Sidoarjo (republikjatim.com) - Kematian mendadak Budi warga Jalan Bogen II, Tambaksari Surabaya membuat gempar warga sekitar JL Antartika, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Rabu (29/04/2020) malam. Ini menyusul, pria 56 tahun itu meninggal tanpa ada keluhan sama sekali sebelumnya.
Korban ditemukan tewas mendadak seusai memasukan mobil di Warung Nasi Padang milik Ema (42) warga setempat sekitar pukul 21.30 WIB. Korban yang diduga awalnya tertidur di kursi kayu depan Warung Nasi Padang itu membuat petugas saat mengevakuasi korban menggunakan baju hazmat lengkap. Petugas mengevakuasi dan membawa korban ke RSUD Sidoarjo menggunakan ambulance.
Salah seorang saksi Jalaluddin (37) mengatakan korban awalnya dikira warga tertidur. Kemudian dipindahkan ke warkop yang berada di samping Warung Nasi Pandang, akan tetapi dalam keadaan tidak bernyawa.
"Seketika warga yang berada di tempat warkop langsung heboh dan tidak berani memberikan pertolongan ke korban. Karena itu warga memilih menghubungi Kades dan Polsek Buduran," kata penjual sate ini kepada republikjatim.com, Rabu (29/04/2020) malam.
Tak berselang lama, sebuah mobil ambulance tiba di TKP dengan petugas yang mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Penanganan korban tewas mendadak ini dilakukan sesuai standar penanganan korban Covid-19.
Setelah jenazah dimasukkan ambulance, petugas menyemprot cairan disinfektan di lokasi terkaparnya korban. Hal itu sebagai salah satu upaya petugas mengantisipasi penularan jika korban terpapar Covid-19.
Usai melakukan penyemprotan, petugas membawa jenazah ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kematian korban itu.
Sementara Kapolsek Buduran, Kompol Sudjut menegaskan seharusnya masyarakat tidak perlu takut dengan adanya orang mati mendadak itu. Bahkan seharusnya warga bisa memberi pertolongan pertama sesuai standar penanganan atau bisa menghubungi posko Covid-19 di desa setempat.
"Karena kematian yang diakibatkan Covid-19 sebenarnya memiliki tahapan-tahapan. Sehingga masyarakat tidak perlu takut berlebihan. Untuk kepastian penyebab kematian korban menunggu hasil pemeriksaan tim medis RSUD Sidoarjo," tandasnya. Yan/Waw
Editor : Redaksi