Sidoarjo (republikjatim.com) - Anak kedua janda tua Mbok Ngaisah (79), yakni Ny Siti Rukhani (60) warga RT 11, RW 05, Dusun Songgat, Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo hanya bisa meratapi rumahnya yang ditempatinya bersama ibunya itu ludes dilalap api, Sabtu (25/04/2020) malam. Apalagi, anak kedua Siti Rukhani, yakni Noval (6) yang duduk dibangku TK juga menjadi korban dalam kebakaran hebat yang meluluhlantakkan seluruh bangunan beserta isinya itu.
Salah seorang saksi warga setempat, Kusmadi mengatakan dalam kebakaran itu tidak ada korban jiwa. Akan tetapi, seorang cucu Mbok Ngaisah yakni Noval (6) yang masih duduk bangku TK mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan kanan dan kedua kakinya.
"Bocah TK ini langsung dievakuasi dan dibawah ke RSU Anwar Medika agar segera mendapatkan perawatan tim medis," katanya.
Pria 45 tahun ini menceritakan bangunan rumah berukuran 5 x 15 meter persegi itu hampir seluruh bangunan dan isi rumahnya hancur. Kebakaran seusai salat tarawih itu hanya menyisahkan bongkahan bangunan rumah korban.
"Awalnya listrik padam. Kebetulan Mbok Ngaisah berjualan bensin eceran di depan rumah. Saat mengisi waktu kosong korban menyalahkan lilin sebagai penerangan untuk mengisi bensin dari jerigen ke botol literan. Tiba-tiba lilin roboh menyulut bensin hingga api langsung membesar korban langsung teriak minta tolong," imbuhnya.
Mendengar teriakan korban, warga yang mengetahui kejadian itu langsung berbondong-bondong membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sekitar 45 menit sebanyak 4 unit mobil PMK datang ke lokaso dan berhasil memadamkan api.
"Hampir sekitar satu jam kobaran api baru bisa dijinakkan," tegasnya.
Sementara salah seorang anggota Polsek Tarik, Aiptu Dwi Erwan menegaskan korban dan cucunya berhasil diselamatkan warga. Akan tetapi cucu korban mengalami luka bakar di pelipis kanan, lengan kanan dan kedua kakinya.
"Sekarang bocah malang itu menjalani perawatan tim medis RSU Anwar Medika. Kasus kebakaran ini masih dalam penyelidikikan petugas. Terutama soal penyebab kebakaran dengan menggali sejumlah saksi dan olah TKP," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi