Ponorogo (republikjatim.com) - Setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Minggu (22/03/2020) malam hingga Senin (23/03/2020) dini hari, beberapa infrastruktur di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo porak poranda. Kerusakan itu diantaranya talud pengaman jalan, bronjong pengaman jalan serta sayap Dam Sembung juga ambrol, Senin (23/03/2020).
Talud pengaman jalan antar dusun di lingkungan Jati Dusun Sumberjo ambrol sepanjang 50 meter. Selain talud yang ambrol juga dua tiang listrik roboh hingga melintang di jalan antar dusun itu.
"Talud (plengsengan) ini baru dibangun akhir 2019 lalu. Karena curah hujan tinggi plengseng ambrol diikuti dua tiang liatrik roboh. Akibatnya warga cemas kalau masih ada aliran listriknya. Untuk plengseng ini kerugian mencapai Rp 60 juta," terang Kepala Desa Munggu Sukamto kepada republikjatim.com, Senin (23/03/2020).
Sukamto menguraikan selain itu bronjong pengaman jalan dari aliran sungai juga ambrol sepanjang 10 meter. Namun retaknya badan jalan sudah mencapai 30 meter ini juga memprihatinkan karena jalan utama antar dusun di lingkungan Galih Dusun Munung berdampak ambrolnya badan jalan yang tersisa.
"Untuk kerugian ini mencapai Rp 200 jutaan. Sedangkan sayap Dam Sembung ambrol sepanjang 8 meter untuk kerugian mencapai Rp 50 jutaan," paparnya.
Pihaknya berharap kerusakan yang ada di tiga titik desanya itu segera dapat direspon pemerintah. Karena di tiga titik infrastruktur itu rusak.
"Semoga sesegera mungkin dapat perbaikan dari pemerintah. Karena sudah kami laporkan melalui BPBD dan Dinas PU," tegasnya.
Sementara Ketua BPD Munggu, Sudarsono berharap segera ada perbaikan sejumlah kerusakan itu. Alasannya, bronjong ini sangat penting karena jalan sudah jadi aliran sungai.
"Kalau tidak dapat penanganan akan mengancam jalan antar dusun dan pemukiman warga. Begitu juga plengseng di Dusun Sumberjo juga mengancam badan jalan antar dusun karena mau dilebarkan ke utara," pintahnya.
Sedangkan Bhabinkamtibmas Desa Munggu Bripka Iswahyudi ketika mendapatkan laporan langsung memasang police line di lokasi longsor itu.
"Kami menghimbau agar warga hati-hati melintas si jalan Galih dan Jati karena badan jalan sudah mulai retak. Makanya dipasang police line," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi