Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin menanggapi santai soal banyaknya lembaga survei yang mengeluarkan hasil jajak pendapat sementara mengenai soal siapa yang dikenal masyarakat dan memiliki keterpilihan dalam Pilkada 23 September 2020 mendatang. Bacabup yang juga menjabat Plt Bupati Sidoarjo ini, justru mempersilahkan sejumlah lembaga survei mengeluarkan hasil surveinya.
"Memang saya sudah berniat mencalonkan diri menjadi Bacabup Sidoarjo dalam Pilkada 2020 mendatang," terang Nur Ahmad Syaifuddin seusai acara Sosialisasi Pilkada 2020 di Hotel Luminor Sidoarjo, Kamis (12/03/2020).
Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur ini mengaku tidak mempermasalahkan hasil survei sejumlah lembaga survei independen itu. Meski sejumlah lembaga survei itu sudah mereles sejumlah hasil surveinya ke publik baik soal elektabilitas maupu popularitas Bakal Calon Bupati yang bakal maju dalam Pilkada Sidoarjo itu.
"Tidak masalah apa pun hasil survei (polling) itu. Terlepas hasilnya benar atau tidak itu merupakan salah satu pijakan untuk menyusun langkah apa yang harus dilakukan. Tapi, lembaga survei itu harus bekerja secara profesional," ungkapnya.
Soal rencananya pencalonannya Cak Nur mengaku tetap optimis bakal mendapatkan rekomendasi (rekom) dari PKB sebagai partai yang sudah membesarkan namanya. Kendati demikian, kata polisi PKB asal Desa Janti, Kecamatan Waru ini dirinya tidak terlalu ambisius untuk mendapatkan rekomendasi itu. Baginya, saat ini yang terpenting adalah menggelar berbagai kegiatan yang inovatif serta menjalankan program-program yang baik.
"Itu saja sudah cukup. Nanti biar partai (PKB) yang mempertimbangkan. Siapa yang akan direkom," tegasnya.
Sementara itu, kata Cak Nur saat ini surat rekomendasi para calon itu masih digodok masing-masing partai, termasuk masih dipertimbangkan untuk rekomendasi PKB.
"Karena rekom itu murni dari DPP PKB. Sekarang masih digodok partai. Biar partai yang memutuskan siapa yang akan mendapat rekom," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi