Pinjam Uang Rp 3 Juta Tak Diberi, Menantu Kalap Bunuh Ibu Mertua di Gedangan Sidoarjo

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
MENANTU - Tim Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo dan Unit Reskrim Polsek Gedangan menangkap tersangka pembunuhan mertua Totok Dwi Prasetyo (25) warga Perum Pasegan Asri, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dua jam usai pembunuhan, Rabu (26/02/20
MENANTU - Tim Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo dan Unit Reskrim Polsek Gedangan menangkap tersangka pembunuhan mertua Totok Dwi Prasetyo (25) warga Perum Pasegan Asri, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dua jam usai pembunuhan, Rabu (26/02/20

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Hanya dalam hitungan waktu dua jam, tersangka pembunuhan terhadap Ny Siti Fadillah (47) warga Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo diringkus anggota Satuan Reskrim Polresta dan Unit Reskrim Polsek Gedangan. Tersangka pembunuhan sadis terhadap mertua sendiri itu adalah Totok Dwi Prasetyo (25) warga Perum Pasegan Asri, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Tersangka ditangkap di rumah neneknya di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo tak jauh dari rumah korban. Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti kasus pembunuhan sadis itu.

Diantaranya sebuah tabung melon elpiji, cicin dan sejumlah gelang emas, dompet, kacamata, pecahan keramik miniartur kapal, sebuah Hand Phone (HP), kaos, ATM BCA dan jaket serta sebuah tas milik tersangka.

"Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka pembunuhan ibu mertua itu adalah menantu korban yang menikahi anak kedua korban. Ini peristiwa sangat memiluhkan," terang Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji kepada republikjatim.com, Rabu (26/02/2020) malam.

Lebih jauh, Sumardji yang juga mantan Kabag Regident Ditlantas Polda Metro Jaya ini menceritakan motif pembunuhan yang dilakukan menantu terhadap mertuanya ini, hanya gara-gara persoalan sepeleh. Tersangka saat itu meminjam uang Rp 3 juta kepada korban. Alasannya, uang Rp 3 juta itu bakal digunakan untuk menebus ijazah istri tersangka.

"Akan tetapi permintaan pinjam uang itu tak disetujui korban (Siti Fadillah). Seketika itu, tersangka kalap membunuh ibu mertuanya itu," imbuhnya.

Sumardji mengungkapkan pembunuhan yang dilakukan tersangka tergolong sadis. Apalagi, saat membunuh mertuanya itu, tersangka dalam keadaan sadar dan tidak dalam pengaruh minuman meras (miras). Yakni awalnya korban dicekik lehernya. Kemudian dibanting dan ditendang. Saat korban terjatuh dipukul pakai miniartur kapal dari keramik hingga pecah.

"Karena mertuanya masih gerak-gerak (hidup), akhirnya diseret tersangka ke dapur dan dipukul menggunakan tabung elpiji ke kepala korban. Karena tak puas, kemudian mengambil gunting dan ditusuk-tusukkan ke dada korban. Kemungkinan agar kena jantungnya. Masih tak puas (maaf), tersangka menusuk-nusukkan gunting ke kemaluan mertuanya. Ini sangat sadis dan jahaman," tegas Sumardji.

Tertangkapnya tersangka dalam waktu dua jam itu, kata Sumardji tak lepas dari kerja keras seluruh anggotanya. Usai membunuh korban, tersangka kembali ke rumah neneknya lewat pintu depan dan kemudian mengantar catering.

"Tersangka bakal dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," tandasnya.

Sementara saat ditanya tersangka Totok Dwi Prasetyo tidak memberikan jawaban. Termasuk saat ditanya apakah ada dendam pribadi ke mertuanya. Pria berbadan tinggi ini, hanya tertunduk lesu tanpa memberikan jawaban. Yan/Waw

Tag :

Berita Terbaru

Bawaslu Sidoarjo Sasar SMA/SMK NU, Cetak Ribuan Pemilih Pemula Sadar Pengawasan Ajak Pemilu Bebas Politik Uang

Bawaslu Sidoarjo Sasar SMA/SMK NU, Cetak Ribuan Pemilih Pemula Sadar Pengawasan Ajak Pemilu Bebas Politik Uang

Rabu, 02 Sep 2026 18:41 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang pesta demokrasi beberapa tahun mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat…

Ratusan Santri Keracunan, Bupati Subandi Minta Pengawasan Seluruh Dapur SPPG di Sidoarjo Diperketat 21 Tak Berizin

Ratusan Santri Keracunan, Bupati Subandi Minta Pengawasan Seluruh Dapur SPPG di Sidoarjo Diperketat 21 Tak Berizin

Rabu, 02 Sep 2026 18:06 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:06 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Buntut dari insiden dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari 500 santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Putat,…

Dampak Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan Menu MBG, Wabup Mimik Idayana Sidak SPPG Kalitengah Ancam Tutup Permanen

Dampak Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan Menu MBG, Wabup Mimik Idayana Sidak SPPG Kalitengah Ancam Tutup Permanen

Rabu, 02 Sep 2026 16:08 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus dugaan keracunan massal menimpa sekitar 600 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Desa Putat, Kecamatan…

Gandeng BRI, Pemkab Sidoarjo Integrasikan Layanan Digital Sekaligus Dorong UMKM Go Internasional

Gandeng BRI, Pemkab Sidoarjo Integrasikan Layanan Digital Sekaligus Dorong UMKM Go Internasional

Rabu, 02 Sep 2026 12:26 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 12:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus tancap gas memperkuat transparansi dan efisiensi pelayanan publik. Kali ini, …

Genjot Proyek Mangkrak dan Flyover Gedangan, Bupati Sidoarjo Boyong Pejabat Utama "Ngantor" di Dinas PUBM SDA

Genjot Proyek Mangkrak dan Flyover Gedangan, Bupati Sidoarjo Boyong Pejabat Utama "Ngantor" di Dinas PUBM SDA

Rabu, 02 Sep 2026 09:40 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 09:40 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memasuki triwulan III Tahun 2026, Bupati Sidoarjo, Subandi mengambil langkah tegas untuk memastikan pembangunan infrastruktur…

Sidak Ratusan Santri Keracunan Massal, Bupati Subandi Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa, Siapkan Evaluasi Perizinan MBG

Sidak Ratusan Santri Keracunan Massal, Bupati Subandi Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa, Siapkan Evaluasi Perizinan MBG

Rabu, 02 Sep 2026 08:59 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 08:59 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi bergerak cepat merespons insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren…