Sidoarjo (republikjatim.com) - Kebahagiaan dan rasa bangga tengah menyelimuti keluarga besar SMK YPM 8 Sidoarjo, Sabtu (23/05/2026). Dalam momen pelepasan 464 siswa kelas XII tahun ini, sekolah berhasil mencatatkan capaian gemilang yang membuktikan kualitas lulusannya siap bersaing di berbagai lini. Yakni mulai dari dunia kerja, instansi negara, hingga perguruan tinggi negeri.
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto mengungkapkan fokus utama dari pendidikan SMK adalah membentuk mental dan keterampilan siswa agar siap kerja setelah lulus. Hebatnya, sebelum pengumuman kelulusan resmi dibuka, sekitar 33 persen atau sekitar 100 lebih siswa dari total siswa kelas XII sudah dinyatakan diterima kerja di berbagai perusahaan.
"Tujuan utama SMK itu adalah bagaimana anak lulus langsung siap untuk bekerja. Alhamdulillah, sebelum pengumuman, anak-anak (didik) SMK YPM 8 sudah banyak yang diterima untuk kerja," ujar Dr Kisyanto dengan nada bangga.
Selain sukses menyalurkan siswanya ke dunia kerja, SMK YPM 8 Sidoarjo juga mencatatkan torehan unik di jalur akademik. Dr Kisyanto berseloroh sekolahnya "kebobolan" target untuk siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan.
"Harapan kami sebenarnya untuk yang ke perguruan tinggi tidak usah banyak-banyak, cukup 8 persen saja. Tapi tahun ini kita 'kebobolan' sampai 10 persen yang masuk perguruan tinggi," kelakarnya.
Kendati demikian, Kisyanto menilai skema terbaik bagi lulusan SMK sebenarnya adalah bekerja terlebih dahulu. Baru, kemudian melanjutkan kuliah secara mandiri agar memiliki pengalaman langsung yang matang di lapangan.
"Tahapannya memang harus seperti itu. Karena modal lulusan SMK adalah punya karakter mulai soft skill hingga hard skill," tegas pria yang akrab disapa Pak Kis ini.
Tidak hanya terserap di sektor industri dan akademis, sekitar 10 persen lulusan tahun ini juga berhasil menembus seleksi ketat menjadi anggota TNI dan Polri.
"Keberhasilan ini tidak lepas dari langkah taktis sekolah yang memfasilitasi siswa minat khusus ini dengan menitipkan mereka untuk dibina langsung di markas Panser (Kavaleri) sejak kelas XII untuk mempersiapkan fisik dan mental lulusan SMK YPM 8 Sidoarjo ini," paparnya.
Sementara siswa dan siswi lainnya diarahkan menjadi wirausahawan mandiri. Sejak kelas X, siswa memang sudah dididik dengan praktik jualan langsung di sekolah.
"Seluruh keuntungan penjualan diberikan langsung untuk siswa sebagai pemacu semangat berwirausaha di sekolah," jelasnya.
Saat ditanya mengenai tingginya kepercayaan industri terhadap SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto menegaskan bahwa kuncinya ada pada pembentukan karakter, etos kerja dan soft skill siswa.
"Urusan hard skill (keterampilan teknis) dapat dilatih oleh perusahaan dengan cepat. Tapi, aspek karakter kedisiplinan dan kesiapan kerja (soft skill) adalah pondasi utama yang membuat lulusan mereka selalu diburu oleh mitra industri," urainya.
Sebagai langkah nyata untuk terus menekan angka pengangguran di Sidoarjo, SMK YPM 8 Sidoarjo juga bersiap menggelar agenda Job Fair besar-besaran pada awal bulan Juni mendatang. Acara ini diawali dengan menggandeng Disnaker setempat serta melibatkan sekitar 17 perusahaan yang akan membuka rekrutmen langsung di sekolah.
"Job Fair itu akan dibuka secara umum untuk seluruh lulusan di Sidoarjo, bukan hanya untuk internal alumni SMK YPM 8 Sidoarjo saja. Tetapi semua untuk lulusan yang siap bekerja silahkan ikut Job Fair besok," ungkapnya.
Sementara kesan dan pesan disampaikan Perwakilan Kelas XII, Siti Rahmatul Auliyah. Menurut siswa yang baru lulus ini mengucapkan rasa terima kasih semua pihak. Alasannya, karena dirinya sudah mewakili teman kelas XII untuk menyampaikan kesan dan pesan bagi lulusan Tahun 2026 ini.
"Sungguh besar harapan saya berada di depan para pahlawan pendidikan (para guru) yang sudah menjadi suri tauladan kita semua. Alhamdulillah kita sudah lulus dan menyelesaikan semua target sekolah. Bagi kami, tiga tahun lalu kami masih cemas saat masuk ke sekolah ini. Tapi, sekarang sudah jauh menjadi pribadi yang matang. Bahkan sekolah sudah mengajarkan kedisiplinan, karakter, dan penuh kasih sayang dan memberi semangat hidup baru," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi