Tujuh Pengungsi Wamena Tiba di Kampung Halaman Ponorogo

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TIBA - Sebanyak 7 keluarga pengungsi asal Ponorogo dipulangkan dari Wamena, Papua, Rabu (02/10/2019) malam.
TIBA - Sebanyak 7 keluarga pengungsi asal Ponorogo dipulangkan dari Wamena, Papua, Rabu (02/10/2019) malam.

i

Ponorogo (republikjatim.com) - Sebanyak tujuh warga asal Ponorogo dipulangkan dari Wamena, Papua, Rabu (02/10/2019) malam. Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules C-130 tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang sekitar pukul 15.00 WIB bersama 120 warga asal Jawa Timur lainnya.

Ketujuh warga ini, dari Malang ke Ponorogo diantar Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan diserahkan ke Dinas Sosial Ponorogo. Kedatangan mereka dari Wamena langsung disambut Kepala Dinas Sosial Pemkab Ponorogo, Supriyadi. Selanjutnya, oleh Dinsos Ponorogo mereka diantar ke rumah asalnya masing-masing dan diserah terimakan ke pihak keluarga atau kerabat di Ponorogo. Ketujuh warga ini adalah Ardianti, Adek Yasa, Sulastri, Nurohmah, Rasid, Ayahrah dan Ridwan.

Dari ketujuh pengungsi Wamena ini empat orang dewasa dan tiga orang anak-anak. Dengan jenis kelamin empat perempuan dan tiga laki-laki. Ketika turun dari mobil milik Dinsos Provinsi Jatim mereka tampak trauma dan capek. Tujuh warga dari dua KK ini mengungsi karena wilayah tempat tinggalnya terjadi kerusuhan yang disertai pembakaran rumah dan pembunuhan.

Salah seorang pengungsi, Sulastri mengaku masih ketakutan dan trauma dari kondisi yang terjadi di Wamena. Bahkan hingga harta benda miliknya ditinggal mencari keamanan dan keselamatan keluarganya.

"Saya masih cemas dan takut. Awalnya kejadian itu di kota tapi akhirnya ke desa. Korbanya sebenarnya 100 lebih. Harapan saya pemerintah ada jaminan keamanan agar tidak makin banyak yang eksodus," katanya.

Saat ini, kata Sulastri yang penting, pihaknya menyelamatkan jiwa dan keluarga. Karena itu semuanya ditinggalkan.

"Baik dagangan maupun harta lainnya. Yang saya bawa hanya dokumen keluarga saja. Dagangan saya tinggal disana. Lihat hanya dua tas kecil itu yang saya bawa," imbuhnya.

Hal yang sama dialami pengungsi lainnya, Ridwan. Pria ini mengaku lahir di Wamena. Orang tuanya masuk ke Wamena sejak Tahun 1984 karena dinas sebagai guru. Ia mengaku belum berani kembali ke Wamena kalau belum pulih normal dan kondusif.

"Kondisi terakhir disana sudah sepi. Karena banyak kejadian pembunuhan dan pembakaran rumah. Sasarannya pendatang. Jadi semua ditinggal yang penting selamat. Saya takut, semoga tidak ada kejadian kayak ini lagi," pintahnya.

Sebelum ke Jawa ini, lanjut Ridwan dia sempat mengungsi dua hari disana. Yakni di Pangkalan AURI Wamena dan ke Jaya Pura lanjut ke Biak kemudian ke Makasar terus diterbangkan ke Malang.

"Alhamdulillah tiba di Ponorogo malam ini," ujar pria yang akan pulang ke Perum Kertosari Indah Babadan ini.

Sementara Kepala Dinas Sosial Ponorogo, Supriyadi mengaku baru malam ini mendapat kabar ada kedatangan pengungsi dari Wamena. Namun pukul 00.00 WIB, tiba di Ponorogo. Pihaknya mendapat informasi dari Dinas Sosial Provinsi Jatim. Meski secara administratif mereka warga Wamena.

"Kami mengantarkan ke rumah masing - masing. Pemkab Ponorogo akan mencukupi kebutuhan selama di Ponorogo. Langkah berikutnya kebutuhan saudara ini akan dicukupi semuanya seperti makan dan kebutuhan sehari -hari. Sambil menunggu di Wamena aman," pungkasnya. Mal/Waw

Tag :

Berita Terbaru

Waspadai Ancaman Sesar Waru M 6,8, BMKG dan Pemkab Sidoarjo Gembleng Warga Lewat Sekolah Lapang Gempa

Waspadai Ancaman Sesar Waru M 6,8, BMKG dan Pemkab Sidoarjo Gembleng Warga Lewat Sekolah Lapang Gempa

Sabtu, 17 Okt 2026 21:26 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 21:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Keberadaan struktur patahan aktif Sesar Waru yang melintasi wilayah Kabupaten Sidoarjo kini menjadi perhatian serius.…

Wujud Nyata Program ASRI, Kader Gerindra Sidoarjo Rayakan HUT Ke 75 Presiden Prabowo Lewat Hijaukan Kota Delta

Wujud Nyata Program ASRI, Kader Gerindra Sidoarjo Rayakan HUT Ke 75 Presiden Prabowo Lewat Hijaukan Kota Delta

Sabtu, 17 Okt 2026 17:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 17:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memperingati Hari Ulang Tahun ke 75 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo…

Momentum Sumpah Pemuda, HMI Sidoarjo Desak Polri Sikat Habis Bandar Narkoba Tanpa Pandang Bulu

Momentum Sumpah Pemuda, HMI Sidoarjo Desak Polri Sikat Habis Bandar Narkoba Tanpa Pandang Bulu

Sabtu, 17 Okt 2026 13:28 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:28 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum krusial untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman bahaya…

Sambut Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sidoarjo Gelar Pasar Murah Serbu di 18 Kecamatan

Sambut Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sidoarjo Gelar Pasar Murah Serbu di 18 Kecamatan

Sabtu, 17 Okt 2026 12:58 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Dinas Pangan dan Pertanian…

Sambangi Industri Sepeda Terbesar Asia di Sidoarjo, Wapres Gibran Dorong Selaraskan Pendidikan Vokasi dan Dunia Kerja

Sambangi Industri Sepeda Terbesar Asia di Sidoarjo, Wapres Gibran Dorong Selaraskan Pendidikan Vokasi dan Dunia Kerja

Sabtu, 17 Okt 2026 12:35 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat…

Kisah "ROKET" dan Mitos BPJS Bikin Penyakit Gatal Minta Dirawat di IGD serta Layanan Tanpa Tunggakan ala RSI Siti Hajar

Kisah "ROKET" dan Mitos BPJS Bikin Penyakit Gatal Minta Dirawat di IGD serta Layanan Tanpa Tunggakan ala RSI Siti Hajar

Sabtu, 17 Okt 2026 06:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 06:51 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kerap diwarnai dengan cerita-cerita unik di masyarakat. Direktur …