Pelajar SMK Pengubur Bayi Sendiri Bakal Diperiksa Kondisi Kejiwaannya

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KEJIWAAN - Tersangka pengubur bayi hidup-hidup, RM (18) warga Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo bakal diperiksa kejiwaannya bersama ibu kandung bayi, ML (15) dengan mendatangkan pakar kejiwaan.
KEJIWAAN - Tersangka pengubur bayi hidup-hidup, RM (18) warga Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo bakal diperiksa kejiwaannya bersama ibu kandung bayi, ML (15) dengan mendatangkan pakar kejiwaan.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim penyidik Unit PPA, Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo bakal menerjunkan ahli kejiwaan. Para psikolog ini, bakal diturunkan untuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka pengubur bayi dalam kondisi hidup, RM (18) warga Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati Sidoarjo. Selain itu, memeriksa siswa SMK itu juga memeriksa kekasihnya ML (15) warga Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Hal ini untuk memastikan kondisi kejiwaan kedua pasangan diluar nikah yang masih berstatus pelajar itu.

"Untuk kasus penguburan bayi belum ada perkembangan terbaru. Tapi, kami berencana meminta bantuan ahli kejiwaan untuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka yang tega mengubur bayinya sendiri itu," terang Kasat Reskrim, Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris kepada republikjatim.com, Minggu (06/01/2019).

Selain itu, lanjut Harris menguraikan hasil pemeriksaan kejiwaan tersangka bakal disesuaikan dengan hasil penyidikan. Tidak hanya itu, tim penyidik Unit PPA, Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo juga bakal mengkonfrontir keterangan tersangka dan para saksi. Termasuk keterangan ML (15) yang tak lain ibu kandung bayi dan AG (18) rekan tersangka.

"Hasil keterangan kondisi kejiwaan tersangka dan hasil konfrontir ini untuk memastikan hasil penyidikan sesuai fakta di lapangan," imbuhnya.

Apalagi, sebelumnya tersangka sudah berniat menggugurkan bayi yang dikandung ML itu berulang kali. Namun bayi itu berhasil dilahirkan secara normal di rumah rekannya AG itu.

"Tes kondisi kejiwaan ini juga untuk memastikan alasan tersangka mengubur bayinya hidup-hidup," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo digemparkan dengan kasus dugaan bayi perempuan yang baru dilahirkan dikubur dalam kondisi hidup oleh orangtuanya. Diduga kuat, bayi ini hasil hubungan gelap kedua orangtuanya yang masih berstatus sebagai pelajar itu.

Belakangan diketahui bayi ini diduga hasil hubungan gelap RM (18) warga Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati dan kekasihnya ML (15) siswi asal Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Kasus dugaan pemakaman bayi masih dalam kondisi hidup ini terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Wagir, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Selasa (01/01/2019) malam.

Kasus ini terungkap lantaran laporan warga yang melihat pelaku berada di TPU itu. Karena curiga langsung melaporkan peristiwa malam itu ke Polsek Sedati. Berdasarkan datanya, korban ML melahirkan bayi perempuan di kamar tidur rumah temannya, AG (18). Saat korban melahirkan pelaku berada di dalam kamar itu. Saat itu bayi dalam keadaan sehat. Selanjutnya pada pukul 18.00 WIB, pelaku dan korban kebingungan antara memberitau orang tuanya atau membuang bayi itu.

Tak berselang lama, mereka menuju TPU Dusun Wagir. Seketika pelaku membuat lubang dan memasukkan bayi yang masih hidup dan kondisi menangis keliang kubur itu. Kemudian bayi perempuan itu, ditimbun tanah, sehingga bayi itu ditemukan dalam keadaan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Waw

Tag :

Berita Terbaru

Siap Dijadikan Proyek Percontohan, Bupati Sidoarjo Ajak Para Pengembang Perumahan Dukung Pembangunan KDKMP

Siap Dijadikan Proyek Percontohan, Bupati Sidoarjo Ajak Para Pengembang Perumahan Dukung Pembangunan KDKMP

Senin, 11 Mei 2026 20:01 WIB

Senin, 11 Mei 2026 20:01 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus mensupport program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Bahkan, Bupati Sidoarjo, Subandi juga…

Siap Jadi Sekolah Rujukan, Kepala SMA Al Muslim Sidoarjo Raih Juara 1 Lomba Artikel PAIS Berkarakter Tingkat Jawa Timur

Siap Jadi Sekolah Rujukan, Kepala SMA Al Muslim Sidoarjo Raih Juara 1 Lomba Artikel PAIS Berkarakter Tingkat Jawa Timur

Senin, 11 Mei 2026 13:42 WIB

Senin, 11 Mei 2026 13:42 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Prestasi membanggakan kembali diraih keluarga besar SMA Al Muslim Sidoarjo. Setelah Tahun 2025 SMA Al Muslim dinobatkan sebagai…

Bupati Sidoarjo Mohon Doa Para Ulama Bangun Kota Delta Saat Semaan Jatman di Pendopo Delta Wibawa

Bupati Sidoarjo Mohon Doa Para Ulama Bangun Kota Delta Saat Semaan Jatman di Pendopo Delta Wibawa

Minggu, 10 Mei 2026 18:37 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 18:37 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Seribu jamaah Jatman dan JQH NU se Kabupaten Sidoarjo memadati pendopo Delta Wibawa, Sabtu (09/05/2026). Mereka berkumpul untuk…

Serap Aspirasi Warga Di Tulangan, Wabup Sidoarjo Dicurhati Soal Tingginya Angka Pengangguran dan Bantuan Alsintan

Serap Aspirasi Warga Di Tulangan, Wabup Sidoarjo Dicurhati Soal Tingginya Angka Pengangguran dan Bantuan Alsintan

Minggu, 10 Mei 2026 05:33 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 05:33 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - GP Ansor Ranting Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo menggelar diskusi Ruang Kebersamaan, Sabtu (09/05/2026) malam. Acara…

Abadikan Semangat Kartini, KGPS Luncurkan Buku Antologi Puisi ke 15 Bertema Perempuan Pencerah Hati

Abadikan Semangat Kartini, KGPS Luncurkan Buku Antologi Puisi ke 15 Bertema Perempuan Pencerah Hati

Sabtu, 09 Mei 2026 20:05 WIB

Sabtu, 09 Mei 2026 20:05 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Semangat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini terbukti tak lekang oleh waktu. Di tangan para pendidik yang tergabung dalam…

Para Mantan Narapidana Korupsi Kembali Lolos Cakades di Sidoarjo, PMD Ngaku Syarat Sudah Terpenuhi Semua

Para Mantan Narapidana Korupsi Kembali Lolos Cakades di Sidoarjo, PMD Ngaku Syarat Sudah Terpenuhi Semua

Sabtu, 09 Mei 2026 07:25 WIB

Sabtu, 09 Mei 2026 07:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Panggung politik desa di Kabupaten Sidoarjo kembali bergejolak. Belum usai perdebatan soal perangkat desa yang bisa mencalonkan…