Surabaya (republikjatim.com) - Menghadapi era persaingan global dan dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif, Universitas Adi Buana (UAB) Surabaya terus membuktikan komitmennya dalam melahirkan lulusan unggul. Kampus ini, tidak ingin sekadar mencetak sarjana yang berbekal ijazah akademik semata. Melainkan, menjadikan lulusan yang mengantongi bukti kompetensi praktis bernilai jual tinggi.
Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1, sebanyak 563 mahasiswa Universitas Adi Buana (UAB) diterjunkan dalam rangkaian agenda Pelatihan dan Uji Kompetensi. Kegiatan strategis ini dipusatkan di Gedung Sardjijo, Fakultas Teknik dan Sains UAB.
Rangkaian program diawali dengan pembekalan materi intensif pada 22 - 23 September 2026. Tahapan ini, dirancang untuk memantapkan pemahaman praktis serta kesiapan mental para peserta. Selanjutnya, pada 24 - 26 September 2026, seluruh peserta mengikuti proses asesmen dan uji kompetensi langsung sesuai dengan standar baku yang ditetapkan.
Rektor Universitas Adi Buana (UAB), Dr Untung Lasiyono SE MSi menegaskan di era modern, gelar akademik harus menyatu dengan pengakuan keterampilan yang valid. Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi instrumen krusial yakni agar mahasiswa mampu mengenali, mengukur, serta mengidentifikasi potensi diri sebelum benar-benar terjun ke industri.
"Kegiatan pelatihan dan uji kompetensi ini merupakan wujud nyata dari upaya Universitas Adi Buana (UAB) dalam menyiapkan dan mengembangkan diri mahasiswa untuk menyongsong dunia kerja pasca kelulusan. Kampus tidak cukup hanya membekali pengetahuan akademik. Keterampilan dan kompetensi yang terbukti secara profesional sangat penting agar lulusan mampu beradaptasi cepat dan berkontribusi nyata di lingkungan kerja," ujar Dr Untung Lasiyono.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Kewirausahaan UAB menambahkan kepemilikan lisensi kompetensi memberikan nilai tambah (added value) yang signifikan. Sertifikat ini, menjadi bukti calon lulusan telah melewati proses pelatihan dan pengujian terstruktur.
"Ini adalah bentuk ikhtiar universitas dalam meningkatkan daya saing calon lulusan. Kami ingin memastikan mereka memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan secara sah. Sehingga menjadi modal kuat saat bersaing memperebutkan peluang karier," ungkapnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, LSP P1 UAB menguji tiga skema kompetensi terapan yang diproyeksikan sangat dibutuhkan berbagai sektor usaha dan industri modern. Diantaranya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yakni membekali mahasiswa dengan regulasi, prosedur serta standar penerapan K3 untuk menjamin keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja. Kemudian digital marketing dengan mempertajam kemampuan mahasiswa dalam menguasai ekosistem pemasaran berbasis digital yang kian dinamis dan serba cepat.
"Terakhir, staf administrasi SDM dengan memberikan penguatan teknis dalam tata kelola administrasi, regulasi kepegawaian, serta manajemen sumber daya manusia sebagai tulang punggung organisasi," tegasnya.
Sementara Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UAB, Dr Moch Shofwan M Sc menyoroti aspek kepercayaan publik (public trust). Menurutnya, sertifikasi memberikan garansi objektif kepada para pengguna tenaga kerja (user) mengenai kualitas dan kapasitas lulusan UAB.
"Sertifikasi kompetensi memiliki arti strategis untuk membangun kepercayaan terhadap kualitas lulusan kami. Kami ingin memastikan masyarakat dan dunia kerja mendapatkan gambaran nyata lulusan UAB benar-benar kompeten dan siap bertanggung jawab di bidangnya masing-masing," papar Dr Moch Shofwan.
Di sisi lain, Ketua LSP P1 UAB, Eko Sugandi S Pd, M Pd menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme para peserta yang dikenal sebagai asesi. Partisipasi 563 mahasiswa dari tiga fakultas utama, Fakultas Teknik dan Sains, Fakultas Ilmu Kesehatan serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa akan pentingnya lisensi profesi.
"Para asesi mengikuti seluruh prosedur mulai dari pembekalan materi hingga asesmen akhir di Gedung Sardjijo. Melalui uji kompetensi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga proses pembentukan mental dan kesiapan kerja," tandas Eko Sugandi.
Melalui sinergi antara pembelajaran teori di kelas dan pengujian praktik ter standar nasional ini, Universitas Adi Buana Surabaya optimis para calon lulusannya siap melangkah percaya diri, baik untuk meniti karier sebagai profesional di berbagai perusahaan nasional maupun mengembangkan lapangan kerja baru secara mandiri. Ary/Waw
Editor : Redaksi