Sidoarjo (republikjatim.com) - Isak haru dan rasa syukur tak mampu disembunyikan Atim, warga Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Setelah sepuluh tahun memendam asa agar gubuknya yang lapuk disentuh perbaikan, penantian panjang itu akhirnya berbuah manis saat Bupati Sidoarjo, Subandi datang langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke rumahnya, Jumat (06/11/2026).
Dalam sidak itu, Bupati Subandi menginstruksikan agar rumah Atim dan istrinya, Atimah segera direnovasi total pada bulan November 2026 ini. Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini, akan dieksekusi Baznas Sidoarjo dengan mengucurkan anggaran sekitar Rp 25 juta.
"Dari hasil peninjauan, rumah Pak Atim akan segera kita perbaiki bulan 11 ini. Nantinya, akan dibangun menjadi dua kamar sekaligus perbaikan fasilitas kamar mandi agar lebih layak dan nyaman ditempati," ujar Bupati Subandi di lokasi.
Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo bersama Baznas terus digenjot untuk menuntaskan target renovasi 15 unit RTLH setiap bulannya. Rumah Atim sendiri tercatat sebagai unit ke 13 yang dieksekusi pada periode bulan ini.
"Kami berharap perbaikannya segera dilaksanakan dan disegerakan agar rumah ini layak dihuni," pinta Subandi.
Bagi Atim, bantuan ini bak keajaiban di tengah impitan ekonomi dan penyakit yang diidapnya. Selama 15 tahun terakhir, Atim harus berjuang melawan penyakit asma kronis yang menyita fisiknya, hingga tak mampu lagi bekerja keras. Apalagi, menyisihkan uang untuk membenahi atap dan dinding rumahnya.
Untuk menyambung hidup sehari-hari bersama sang istri, Atim mengandalkan tanaman bunga pacar banyu yang ditanam seadanya di bantaran kali dekat rumah. Hasil panennya dijajakan di area makam lokal untuk peziarah. Kehidupan dapur mereka juga dibantu program Bantuan Sosial PKH sebesar Rp 600.000 per bulan.
"Pengajuan perbaikan rumah ini sampun hampir 10 tahun, sering dipoto-poto. Alhamdulillah sak niki saged diperbaiki," ucap Atim penuh haru saat berbincang dengan Bupati Subandi.
Kini, dingin malam dan kecemasan akan kondisi rumah tak layak huni sebentar lagi tinggal kenangan bagi keluarga Atim. Ary/Waw
Editor : Redaksi