Sidoarjo (republikjatim.com) - Dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini semakin canggih dan adaptif. Komitmen ini, dibuktikan secara nyata oleh KB TK Al Muslim yang terus konsisten menghadirkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inovatif.
Sebagai sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) berdasarkan Keputusan Dirjen PAUD Dikdasmen Nomor 0010 Tahun 2026, mereka bergerak cepat meningkatkan kapasitas para pendidik.
Langkah konkret itu, diwujudkan melalui workshop bertema pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk merancang media pembelajaran kreatif dan interaktif. Pelatihan ini diikuti seluruh guru KB-TK Al Muslim bersama perwakilan guru dari TK Lasiyam.
Tidak tanggung-tanggung, acara ini menghadirkan Bagus Sumantri yang merupakan Fasilitator Nasional Koding dan Kecerdasan Artifisial Kemendikdasmen sebagai narasumber utama.
Dalam workshop ini, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka langsung ditantang mempraktikkan pembuatan animasi edukatif yang ramah anak dan bisa langsung diterapkan di kelas. Sebagai bentuk evaluasi, di akhir sesi setiap guru diwajibkan menyetor karya media pembelajaran berbasis AI untuk dinilai langsung oleh narasumber.
Kompetisi sehat ini melahirkan sejumlah pemenang dengan karya terbaik. Juara 1: Suci Qurrota Aini, Juara 2: Umi Chulsum, Juara 3: Dewi Suryowati serta Juara Harapan 1, 2, 3: Dhurrotul Khumairah, Ana Muizzatu Fitriyah, dan Nur Cholidah. Sementara Pemenang Favorit: Atiek Sugiarti, Salucha, Balqis Nur Fauzani, dan Siti Herlina Wifroh.
"Alhamdulillah, saya tidak menyangka bakal dapat juara 1. Selama workshop, saya belajar banyak hal tentang tools baru yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Ini sangat membantu visualisasi pembelajaran. Terima kasih untuk Yayasan Al Muslim atas kesempatannya," ujar Suci Qurrota Aini penuh syukur.
Senada dengan Suci, Umi Chulsum selaku Juara 2 juga merasa terinspirasi.
"Saya belajar AI dapat membantu guru membuat media pembelajaran yang lebih hidup, tanpa menghilangkan kreativitas asli dari guru itu sendiri," jelasnya.
Kepala KB TK Al Muslim, Triana Dewi menegaskan penguasaan teknologi AI ini merupakan bagian dari strategi sekolah untuk melahirkan guru yang adaptif dan visioner. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, bukan tujuan utama.
"Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengikuti tren teknologi, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, kepemimpinan dan kemampuan berpikir anak secara utuh. AI bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi generasi masa depan," papar Triana.
Sementara melalui kolaborasi apik ini, KB TK Al Muslim dan TK Lasiyam sukses membuktikan teknologi digital di tangan guru yang tepat dapat bertransformasi menjadi media edukasi yang seru, interaktif dan berbobot demi masa depan anak bangsa. Ary/Waw
Editor : Redaksi