Publik Pertanyakan Miss Komunikasi Antara Kasi Intel dan Jaksa Penyidik Kejari Sidoarjo Soal Kasus Desa Sawohan

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KETERANGAN - Sejumlah tokoh masyarakat yang merupakan pelapor kasus dugaan korupsi di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran memberikan keterangan pers usai diberi penjelasan para jaksa Kejari Sidoarjo pekan kemarin.
KETERANGAN - Sejumlah tokoh masyarakat yang merupakan pelapor kasus dugaan korupsi di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran memberikan keterangan pers usai diberi penjelasan para jaksa Kejari Sidoarjo pekan kemarin.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) – Penanganan kasus dugaan korupsi penggelapan dalam jabatan di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo kini menjadi sorotan tajam. Ini menyusul, terdapat perbedaan informasi yang mencolok (disparitas keterangan) antara Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo dengan Jaksa penyidik yang menangani perkara itu. Kondisi ini, memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai profesionalisme dan transparansi penanganan perkara kasus dugaan korupsi itu, di Kejari Sidoarjo.

Kasus dugaan penyalahgunaan jabatan yang diduga menyeret Kepala Desa, Nurul Munfatik ini bermula dari laporan warga pada 19 Januari 2026 terkait dugaan penggelapan dana swadaya masyarakat Tahun 2012.

​Kejanggalan mencuat saat pelapor, Mansur, diundang oleh tim penyidik Kejari Sidoarjo, Rabu (08/04/2026) lalu. Dalam pertemuan itu, jaksa Andik yang menangani kasus ini memberikan pernyataan mengejutkan bahwa kasus dugaan korupsi itu belum memenuhi unsur korupsi. Alasannya, pihak Kejari Sidoarjo mengklaim telah mengantongi informasi dari Kepala Desa bahwa uang swadaya Rp 30 juta telah dibayarkan kepada pemilik lahan (H Huda) untuk urusan drainase.

​Pernyataan Jaksa Andik secara implisit menunjukkan tim penyidik Kejari Sidoarjo sudah melakukan pemeriksaan (pengambilan keterangan) terhadap Kepala Desa maupun saksi kunci lainnya. Hal ini, diperkuat pengakuan mantan Ketua BPD Sawohan, H Ayugan yang sebelumnya mengaku sudah dipanggil tim penyidik.

​Namun, fakta berbeda justru datang dari level Kepala Seksi Intelijen (Kasi) Kejari Sidoarjo. Dikutip dari media nasional yang terbit pada edisi tanggal 10 April 2026 kemarin, Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Ahmad Arafat Arief Bulu, justru menyatakan hal sebaliknya.

​"Kami mengundang pelapor pada Rabu siang untuk menceritakan pengaduan masyarakat (dumas)-nya. Kami belum memanggil saksi lain dalam penanganan perkara itu. Fokus sementara masih pada keterangan pelapor untuk menggali kronologi dan substansi laporan," ujar Ahmad Arafat Arief Bulu seperti dikutip di media nasional itu.

​Perbedaan tajam ini, menimbulkan berbagai spekulasi. Jaksa penyidik mengaku sudah mendapat keterangan dari Kades, sementara Kasi Intel mengaku belum memanggil saksi - saksi lain. Hal ini, justru menimbulkan tanda tanya besar.

Sementara menanggapi hal itu, ​Mansur selaku pelapor mengaku kecewa dengan sikap tim jaksa penyidik. Ia mencium adanya upaya menggiring kasus ini menjadi sekadar kesalahan administrasi dengan dalih "tidak ada kerugian negara".

​"Jaksa beralasan tidak ada uang negara yang dirugikan. Tapi, kami bersikeras ini adalah tindak pidana korupsi sesuai Pasal 8 UU No. 20 Tahun 2001," tegas Mansur.

​Dalam pasal itu, lanjut Mansur penggelapan uang oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau orang yang menjalankan jabatan umum dapat dipidana tanpa harus selalu berkaitan dengan APBN/APBD. Titik perkaranya ada pada dana yang dikelola dalam jabatan itu.

​"Kami meminta tim penyidik Kejari Sidoarjo bekerja profesional. Jangan sampai ada 'main mata' atau upaya melindungi pihak tertentu dalam penanganan perkara ini," jelasnya.

Kasus ini bermula dengan adanya janji Pembangunan Lapangan Olahraga sejak Tahun 2012 silam. ​Kasus ini menjadi akumulasi kekecewaan warga selama 14 tahun. Pada Oktober 2012, Kades Sawohan menggelar rapat sosialisasi pengadaan saluran air dan lapangan olahraga seluas 9.000 meter persegi.

​Untuk menutupi kekurangan biaya pembebasan lahan sebesar Rp 170 juta, warga ditarik dana swadaya (partisipasi) yang dibagi dalam tiga golongan:

​Golongan A: Rp 1.000.000

​Golongan B: Rp 400.000

​Golongan C: Rp 250.000

​Namun hingga detik ini, lapangan olahraga yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Selain itu, proses penjualan tanah kaplingan yang dikelola langsung oleh Kades juga dianggap tidak transparan. Hal ini, karena hasil penjualannya tidak pernah dilaporkan secara terbuka kepada masyarakat.

​Kini, bola panas berada di tangan Kejari Sidoarjo. Publik menunggu, apakah perbedaan keterangan antara Kasi Intel dan tim jksa penyidik ini murni masalah koordinasi internal ataukah ada "skenario" lain di balik penanganan kasus yang terjadi di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Hel/Waw

Berita Terbaru

Sidang Perdana Dugaan Korupsi Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Dkk Mulai Disidangkan, Kerahkan 12 Pengacara Kondang

Sidang Perdana Dugaan Korupsi Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Dkk Mulai Disidangkan, Kerahkan 12 Pengacara Kondang

Sabtu, 11 Apr 2026 10:30 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 10:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo…

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Sidoarjo Kuatkan Kolaborasi Profesi Launching Sido Simpati

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Sidoarjo Kuatkan Kolaborasi Profesi Launching Sido Simpati

Jumat, 10 Apr 2026 22:55 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 22:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi melalui kolaborasi lintas…

Lindungi Keselamatan Pengguna Jalan dan Infrastruktur, DPRD Sidoarjo Desak Tindak Tegas Kendaraan ODOL

Lindungi Keselamatan Pengguna Jalan dan Infrastruktur, DPRD Sidoarjo Desak Tindak Tegas Kendaraan ODOL

Jumat, 10 Apr 2026 15:53 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 15:53 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Upaya penertiban kendaraan tidak laik jalan terus diperkuat melalui Operasi Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas Pemeriksaan…

Tinjau RTLH di Kureksari Waru, Bupati Sidoarjo Pastikan Perbaikan Rumah Sekaligus Beri Bantuan Kursi Roda

Tinjau RTLH di Kureksari Waru, Bupati Sidoarjo Pastikan Perbaikan Rumah Sekaligus Beri Bantuan Kursi Roda

Jumat, 10 Apr 2026 00:49 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 00:49 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi kembali turun ke lapangan untuk memastikan kesejahteraan warganya melalui peninjauan langsung program…

Tinjau Ledakan di Pabrik Janti Waru, Bupati Sidoarjo Tekankan Pentingnya Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan

Tinjau Ledakan di Pabrik Janti Waru, Bupati Sidoarjo Tekankan Pentingnya Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan

Kamis, 09 Apr 2026 20:58 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 20:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi meninjau lokasi kecelakaan kerja ledakan tabung besi di PT Great Well Steel yang berada di Desa Janti, …

Diminta Terus Jadi Teladan, 141 PNS di Lingkungan Pemkab Sidoarjo Terima SK Pensiun

Diminta Terus Jadi Teladan, 141 PNS di Lingkungan Pemkab Sidoarjo Terima SK Pensiun

Kamis, 09 Apr 2026 20:04 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 20:04 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Purna Tugas kepada 141 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan…