Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana melakukan sidak pekerjaan pemeliharaan jalan di ruas Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo - Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Rabu (08/04/2026). Dalam sidak itu, Mimik Idayana menyoroti kualitas pekerjaan jalan sekaligus kondisi drainase yang dinilai m menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah itu.
Dalam dialog langsung dengan Satgas Jalan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Pemkab Sidoarjo itu, Mimik Idayana mempertanyakan spesifikasi pekerjaan yang seharusnya memiliki ketebalan tertentu sebelum dan sesudah pemadatan. Selain itu, menyampaikan ketebalan lapisan aspal sudah memenuhi standar.
"Ketebalan aspal jalan ini, telah sesuai standar yaitu mulai dari 3 sentimeter dan lapisan aspal sesuai menggunakan batu gragal, lapen dan aspal hot mix. Kami mengingatkan agar kualitasnya tidak sampai kurang karena akan berdampak pada daya tahan jalan," ujar Mimik Idayana.
Selain itu, Mimik mengingatkan pengguna jalan agar kendaraannya yang melintas disesuaikan dengan kelas jalan dan tonasenya. Selain kualitas aspal, Mimik Idayana juga menyoroti sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal.
"Karena saya menemukan sejumlah saluran air yang tertutup urukan dan pengecoran tanpa mempertimbangkan aliran air," ungkapnya.
Mantan anggota DPRD Sidoarjo periode 2019 - 2024 ini menyampaikan jika saluran air tertutup seperti itu, maka air tidak memiliki jalur aliran. Hal itu, dapat menyebabkan banjir.
"Kami meminta pemerintah desa dan pihak terkait untuk lebih serius dalam merencanakan pembangunan infrastruktur. Khususnya, soal sistem drainase dan pembangunan jalan harus terintegrasi dengan perencanaan saluran air agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," tegasnya.
Tidak hanya itu, Mimik juga menegaskan agar penanganan saluran air diprioritaskan terlebih dahulu. Hal ini, karena pembangunan jalan tidak akan efektif jika tetap terjadi banjir. Termasuk, perencanaan harus jelas mencakup arah aliran air, panjang saluran dan titik akhirnya.
"Kami mengingatkan agar masyarakat tidak menutup saluran air secara sembarangan. Karena hal itu, memperparah kondisi banjir serta pembangunan tetap diperbolehkan selama dilengkapi dengan bak kontrol agar perawatan saluran tetap mudah dikerjakan," tandasnya.
Selain itu, Mimik Idayana juga meminta evaluasi terhadap ketinggian jalan. Hal itu, harus dengan perhitungan matang agar tidak berdampak pada rumah warga di sekitarnya. Sidak ini, menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo dalam memastikan kualitas pembangunan infrastruktur.
"Termasuk, sekaligus mengatasi persoalan banjir. Kami berharap melalui perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan yang ketat, maka pembangunan jalan ke depan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi