Sidoarjo (republikjatim.com) - Pendopo Delta Wibawa, tampak berbeda, Rabu (14/01/2026). Di bawah naungan bangunan bersejarah itu, harapan baru sedang dirajut.
Menyongsong Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi kemanusiaan berupa screening dan operasi katarak. Kegiatan ini digelar secara gratis bagi warga kurang mampu (kaum dhuafa).
Program hasil sinergi dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo itu, bukan sekadar rutinitas seremoni saja. Kegiatan ini menjadi kado nyata bagi masyarakat dhuafa di Kota Delta. Harapannya, agar dapat kembali melihat dunia dengan jernih.
Sebanyak 105 warga yang terdaftar kini menjalani screening mata. Proses cek kesehatan mata secara intensif di Pendopo Delta Wibawa. Nantinya, jika memenuhi syarat untuk tindakan medis berupa operasi katarak akan dilakukan dilaksanakan di RSI Siti Hajar Sidoarjo.
Wakil Ketua BAZNAS Sidoarjo, H Ilhamuddin mengatakan kegiatan ini menjadi komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam memastikan kesehatan sebagai hak dasar seluruh warga Sidoarjo. Terutama, bagi mereka yang memiliki keterbatasan secara ekonomi.
"Dalam rangka Harjasda ke 167, BAZNAS menggelar operasi katarak gratis. Kegiatan ini, menargetkan ratusan warga dhuafa di Sidoarjo. Kami ingin mengembalikan penglihatan mereka agar dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup yang lebih baik lagi," ujar Ilhamuddin di sela-sela kegiatan screening dan oeprasi katarak gratis itu.
Tak berhenti pada kesehatan mata saja, dalam kegiatan itu BAZNAS Sidoarjo juga menyiapkan rangkaian Bakti Sosial (Baksos) lainnya. Pada tanggal 20 Januari 2026 mendatang, perhelatan khitanan massal akan digelar dengan titik lokasi yang sama yakni di Pendopo Delta Wibawa dan RSUD Sidoarjo Barat (RSUD Krian).
"Target program khitan massal ini menyasar 300 anak dari keluarga kurang mampu," ungkapnya.
Tak hanya layanan medis, BAZNAS juga memanjakan para peserta dengan tali asih lengkap berupa paket baju koko, sarung, songkok, tas sekolah hingga uang sangu sebesar Rp 250.000 per anak (peserta khitan).
"Saat ini sudah tercatat 150 anak yang mendaftarkan diri. Kalau nantinya peserta terfokus di angka 200, maka kegiatan akan kami pusatkan di Pendopo saja," ungkap Ilhamuddin menjelaskan teknis acara mendatang.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BAZNAS Sidoarjo membuktikan kepedulian sosial bukan sekadar slogan saja. Melainkan napas gerakan yang berkelanjutan. Semangat gotong royong ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju masyarakat Sidoarjo yang lebih sehat dan sejahtera.
"Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo adalah lembaga resmi yang mengelola zakat, infak dan sedekah secara profesional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan, kesehatan dan pendidikan di Sidoarjo," tandasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi