Sidoarjo (republikjatim.com) - Bocah berusia 5 tahun, Radufa Dafan Dasendrya ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Kelurahan Tambakkemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Minggu (14/09/2025) malam. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah bermain dengan kakaknya di depan halaman rumahnya.
Setelah adanya kabar penemuan jenazah korban, petugas gabungan tim SAR dan anggota Polsek Krian mengevakuasi jenazah korban. Usai dievakuasi jenazah korban dilarikan ke rumah sakit untuk diotopsi untuk memastikan kematian korban. Sedangkan petugas Polsek Krian juga melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Korban ditemukan di sungai setempat sekitar pukul 20.30 WIB. Kemudian jenazah langsung dievakuasi tim gabungan," ujar Kapolsek Krian, Kompol I GP Atmagiri di lokasi kejadian.
Atmagiri menceritakan sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dilaporkan hilang Minggu siang sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban bermain di teras rumah bersama kakaknya. Ketika kakaknya masuk ke dalam rumah dan kembali lagi, korban sudah tidak terlihat lagi.
"Diduga, korban keluar halaman rumah tanpa sepengetahuan keluarganya," paparnya.
Nah, sejak adanya laporan kehilangan itu, keluarga bersama polisi dan warga setempat berupaya mencari korban, hingga akhirnya tim gabungan menemukan korban di area sungai yang masih tidak jauh dari rumahnya itu.
"Petugas terus mengawal evakuasi hingga hasil otopsi rumah sakit. Semua itu untuk memastikan penyebab utama kematian korban," tegas Atmagiri didampingi anggota dan Kanit Reskrim Polsek Krian Iptu Dedik Irwanto.
Sementara itu, pasca korban dievakuasi Atmagiri mengapresiasi kinerja dan dedikasi anggotanya, kepedulian warga setempat dan tim gabungan dalam mencari dan mengevaluasi korban. Pihaknya juga mengajak semua warga untuk tetap berhati-hati dan ekstra waspada dalam menjaga anak - anak usia dibawah umur.
"Mari kita kawal, sampaikan sosialisasi dan pendampingan kepada keluarga korban. Petugas juga masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi