Jejak Nusantara

Sempat Jadi Gelandangan dan Petapa Selama Pelarian, Ini Asal Usul Raja Jawa Airlangga

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Candi Kedaton adalah Candi Kedaton Niman (baju biru) menunjukkan beberapa arca candi.
Candi Kedaton adalah Candi Kedaton Niman (baju biru) menunjukkan beberapa arca candi.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Nama
Airlangga dikenal sebagai raja dari Kerajaan Medang Kemulan pertama. Sebelum menjadi raja, Airlangga pernah menggelandang bertahun-tahun. Hal ini, karena Airlangga sempat sebagai pelarian (buronan kerajaan lain). Meskipun demikian, pada akhirnya Airlangga sukses menjadi seorang Raja Jawa yang namanya kesohor hingga saat ini.

Buktinya, hingga saat ini nama Raja Airlangga masih dikenang di dalam ingatan masyarakat Jawa dan di berbagai cerita rakyat maupun literatur sejarah. Bahkan sering diabadikan namanya di berbagai tempat di Indonesia.

Airlangga bermakna air yang melompat. Dikisahkan Airlangga berhasil lolos dari peristiwa Mahapralaya (bencana besar) yang dianggap bagai air bah. Sehingga Airlangga juga mendapat julukan bermakna sebagai air yang melompat. Ia lahir tahun 990. Ayahnya bernama Udayana, raja kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa. Ibunya bernama Mahendradatta, seorang putri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang.

Waktu itu, Kerajaan Medang menjadi kerajaan yang cukup kuat. Bahkan mengadakan penaklukan ke Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat hingga ekspansi dengan melakukan serangan hingga ke Sriwijaya.

Airlangga memiliki dua orang adik. Yakni Marakata Pangkaja (menjadi Raja Bali sepeninggal ayah mereka) dan Anak Wungsu (naik takhta sepeninggal Marakata). Dalam berbagai prasasti yang dikeluarkan, Airlangga mengakui sebagai keturunan dari raja Mpu Sindok dari wangsa Isyana yang memindahkan pusat kekuasaan Kerajaan Medang dari bumi Mataram di Jawa Tengah ke Jawa Timur yang kerap disebut Kerajaan Medang periode di Jawa Timur.

Airlangga menikah dengan putri pamannya yaitu Dharmawangsa Teguh (saudara ibunya Mahendradatta) di Wwatan, ibu kota Kerajaan Medang Kamulan (sekarang sekitar Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur). Ketika pesta pernikahan sedang berlangsung, tiba-tiba kota Wwatan diserbu Raja Wurawari yang berasal dari Lwaram (diperkirakan sekarang adalah sekitar Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah) yang merupakan sekutu dari Kerajaan Sriwijaya. Lwaram yang mendapat dukungan kuat dari wangsa Syailendra untuk memberontak.

Kejadian itu, tercatat dalam prasasti Pucangan (Calcutta Stone). Yang dianggap sebagai bencana Mahapralaya layaknya air bah yang mematikan, pembacaan atas prasasti itu juga dikuatkan oleh de Casparis, menyebutkan bahwa penyerangan itu terjadi Tahun 938 Saka atau sekitar Tahun 1016 Masehi.

Dalam serangan itu, Dharmawangsa Teguh dan seluruh kerabat raja tewas. Bahkan Istana Wwatan (Kerajaan Medang Kamulan) turut dibakar. Sedangkan Airlangga yang merupakan menantu sekaligus keponakannya beserta putri Dharmawangsa berhasil lolos dari maut ke hutan pegunungan Vana Giri (sekarang Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah) ditemani pembantunya yang bernama Mpu Narotama.

Saat itu, Airlangga masih berusia 26 tahun. Dia mulai menjalani hidup sebagai pertapa. Salah satu bukti petilasan Airlangga sewaktu dalam pelarian dapat dijumpai di Sendang Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pada saat pelarian dan dalam masa persembunyiannya dengan kalangan pertapa, setelah melewati tiga tahun hidup di dalam hutan pada tahun 1019, Airlangga didatangi utusan rakyat beserta senopati yang masih setia. Mereka menyampaikan permintaan agar Airlangga mendirikan dan membangkitkan kembali sisa-sisa kejayaan Kerajaan Medang. Atas dukungan dari para pendeta dari ketiga aliran (Hindu, Buddha dan Mahabrahmana), Airlangga kemudian membangun kembali sisa-sisa Kerajaan Medang yang istananya telah hancur.

Mengingat Kota Wwatan sudah hancur, Airlangga pun membangun ibu kota baru bernama Watan Mas di Lereng Gunung Penanggungan. Nama ini masih dipakai sebagai nama suatu desa (Desa Wotan Mas Jedong) di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Ketika Airlangga naik takhta, wilayah kerajaannya hanya meliputi wilayah Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan saja. Karena sepeninggal raja Dharmawangsa Teguh, banyak daerah bawahan yang melepaskan diri.

Kemudian Tahun 1025, Kedatuan Sriwijaya di Sumatra yang merupakan musuh besar dari wangsa Isyana dikalahkan oleh Rajendra Coladewa raja dari Colamandala Kerajaan Chola, India. Hal ini menjadi sebuah kesempatan dan membuat Airlangga lebih leluasa dalam mempersiapkan diri untuk menaklukkan Pulau Jawa kembali. Ary/Waw

Berita Terbaru

Perkuat Sinergi Bersama Orang Tua, SMP Al Muslim Kuatkan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Perkuat Sinergi Bersama Orang Tua, SMP Al Muslim Kuatkan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Sabtu, 01 Agu 2026 18:04 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 18:04 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pendidikan karakter dan keberhasilan belajar anak tidak bisa hanya ditumpukan pada pundak sekolah. Menyadari krusialnya peran…

Ketahuan Akali Petugas Pakai Izin Distributor, Bupati Ancam Tutup 3 Toko Miras di Kahuripan Nirvana Village Sidoarjo

Ketahuan Akali Petugas Pakai Izin Distributor, Bupati Ancam Tutup 3 Toko Miras di Kahuripan Nirvana Village Sidoarjo

Sabtu, 01 Agu 2026 07:41 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 07:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo mengambil langkah tegas terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) ilegal di wilayahnya. Bupati Sidoarjo, Subandi…

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pada Tahun Anggaran 2025 menorehkan kejutan positif. Sempat…

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

​Sidoarjo (republikjatim.com) - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo menghadirkan inovasi menarik dalam aksi sosial rutinnya. Ji…

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Sidoarjo menggelar razia mendadak menyasar warung kopi (warkop) remang-remang di…

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kehadiran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto dalam agenda reses di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon,…