Sidoarjo (republikjatim.com) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sidoarjo tidak terburu-buru kepincut figur Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Sidoarjo yang bakal maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo akhir Tahun 2024 ini. Namun, DPD Golkar memastikan siapa pun yang bakal maju menjadi Bacabup dan Bacawabup harus memiliki visi dan misi membangun Sidoarjo ke depan.
"Kita akan mengundang seluruh Ketua dan Sekretaris Partai parlemen dan non parlemen serta tokoh masyarakat dan Forkopimda Sidoarjo dalam acara Silaturrahmi Kebangsaan tanggal 6 April besok. Tapi yang dibahas bukan saol figur yang maju menjadi Bacabup dan Bacawabup, tapi soal membangun Sidoarjo ke depan agar lebih baik lagi," ujar Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi kepada republikjatim.com, Rabu (27/03/2024) malam.
Adam panggilan akrab Adam Rusydi berharap mengajak seluruh tokoh partai politik dan tokoh masyarakat Sidoarjo untuk bersama-sama membangun Kota Delta selama lima tahun ke depan. Adam yang juga Ketua Komisi A DPRD Jatim ini, mengajak semua tokoh Sidoarjo membahas masa depan Kota Delta ini.
"Dalam acara silaturrahmi itu, semua harus melepaskan ego. Bahkan pasca Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) kemarin tidak ada lagi kubu-kubuan. Semua harus bersama-sama ikut terlibat membangun Sidoarjo lebih baik lagi," ungkap Adam Rusydi saat silaturahmi dengan kru media di salah satu cafe di kawasan JL Raya Juanda, Sidoarjo itu.
Adam memastikan dalam acara Silaturahmi Kebangsaan itu, fokusnya bukan mencari figur siapa yang pantas memimpin Sidoarjo. Akan tetapi, lebih fokus membicarakan konsep membangun Sidoarjo selama lima tahun ke depan.
"Karena faktanya dalam Pilkada, bukan hanya soal elektabilitas dan kekuatan logistik semata. Lebih dari itu gagasan dan konsep berupa visi dan misi ini menjadi faktor paling penting dan utama. Diakui atau tidak, kami ingin Sidoarjo terus melangkah maju. Ini bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pendidikan, pembangunan infrastruktur dan lainnya," tegas politisi Golkar alumni Unesa Surabaya ini.
Soal perhitungan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo pada November 2024 besok, DPD Partai Golkar Sidoarjo cukup realistis. Partai berlogo pohon beringin ini tidak bisa mengusung calon sendiri. Karena hanya memiliki 5 kursi hasil Pileg 2024.
"Meski kursi kita naik menjadi 5 kursi dari hanya 4 kursi hasil hasil Pileg 2019 kemarin, kami ingin mengusung calon harus koalisi dengan partai lain. Figurnya adalah calon pemimpin yang memiliki visi dan misi membangun Sidoarjo lebih baik lagi. Makanya kami juga mendengar aspirasi dari pengurus partai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten serta aspirasi masyarakat Sidoarjo untuk memilih pimpinan yang terbaik," urai Adam.
Sementara saat mencari sosok yang memiliki gagasan dan konsep berupa visi dan misi realistis untuk Sidoarjo itu tidak hanya dari kalangan internal atau pengurus partai. Dari luar Partai Golkar juga kemungkinan besar bisa diusung Partai Golkar Sidoarjo.
"Calon yang akan kami usung harus mau membawa visi dan misi Golkar untuk mensejahterakan masyarakat Sidoarjo. Jadi tidak harus calon dari internal partai, dari luar partai juga tidak masalah. Kan Golkar baru mendapatkan 5 kursi, mau tidak mau harus koalisi dan tidak mungkin mengusung Bacabup dan Bacawabup Sendiri," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi