Pengamat Politik Nilai Banyak Caleg di Sidoarjo Perolehan Suaranya Selisih Tipis, Tidak Yakin Dimainkan di Akhir Rekapitulasi

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
REKAP - Inilah daftar perolehan suara 8 kursi Caleg DPRD Sidoarjo di Dapil III Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Krembung dan Kecamatan Prambon yang ditetapkan berdasarkan rekapitulasi tingkat kecamatan dan DA1.
REKAP - Inilah daftar perolehan suara 8 kursi Caleg DPRD Sidoarjo di Dapil III Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Krembung dan Kecamatan Prambon yang ditetapkan berdasarkan rekapitulasi tingkat kecamatan dan DA1.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pengamat politik Sidoarjo yang sekaligus Founder Institute Research of Public Development (IRPD), Nanang Haromain menilai hasil rekapitulasi para Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sidoarjo periode 2024 - 2029 banyak yang selisih tipis. Yakni antar Caleg bisa selisih antara 60 sampai 150 suara di tataran internal partai.

Kendati perolehan suara tipis dan rawan konflik, di akhir rekapitulasi di tingkat KPU Sidoarjo, akan tetapi Nanang tidak yakin ada perubahan. Baginya, tidak akan ada institusi yang bakal nekad berani 'bermain' dengan mengorbankan nama baiknya saat rekapitulasi akhir di tingkat KPU Sidoarjo.

"Karena sebenarnya, rekapitulasi akhir di tingkat kecamatan memang ada selisih suara itu. Sesuai dengan DA1. Kami juga yakin masing-masing Caleg dan timnya sama-sama mengantongi C-1 dan C Rekap," ujar Nanang Haromain kepada republikjatim.com, Selasa (27/02/2024).

Nanang yang juga mantan Komisioner KPU Sidoarjo periode 2014 - 2019 ini menguraikan saat ini, untuk para Caleg yang meraih suara kemenangan tipis, diakui rawan konflik dan gugatan. Apalagi, masing-masing Caleg merasa mendapatkan suara lebih unggul dibandingkan lawan (rival) politiknya.

"Tapi kami yakin semua akan selesai sesuai data rekapitulasi di tingkat kecamatan. Apalagi, semua saksi Caleg sudah menandatangi hasilnya," ungkapnya.

Nanang menjelaskan berdasarkan hasil laporan yang diterima ada beberapa Caleg yang rawan bersaing ketat di tingkat internal partai karena selisih suara yang tipis itu. Nanang menyebutkan misalnya di Dapil II ada pertarungan suara incumbent Partai Demokrat Zahlul Yusar dan pendatang baru Sirojuddin serta antara Caleg Petahana PKB Hamzah Purwandoyo dan Sutadji.

Selain itu, juga ada di Dapil III. Terutama di internal PDI Perjuangan. Yakni antara perolehan suara Caleg incumbent (petahana) Didik Prasetio yang meraih 9.693 suara dan pendatang baru Harman Pratomo yang meraih suara 9.531 suara. Apalagi terdapat bukti suara Didik Prasetio sempat hilang 33 suara di Kecamatan Krembung hingga membuat laporan ke Bawaslu Sidoarjo.

"Makanya, harus pandai-pandai menjaga perolehan suaranya setiap Caleg dan tim pemenangannya," tegasnya.

Dalam kasus yang berbeda, kata Nanang juga terjadi di Dapil Sidoarjo V. Yakni Caleg terkuat Partai Amanat Nasional (PAN) Adhi Syamsetyo Djoko Lelono yang dari awal yakin akan memperoleh kursi, kini justru kursi terakhir diraih Caleg Partai Gerindra, Bashor.

"Karena sejatinya, dalam hasil rekapitulasi internal Partai Gerindra, meyakini meraih 2 kursi di Dapil V (Kecamatan Sukodono dan Kecamatan Taman). Setelah sebelumnya Gerindra sudah mengamankan kursi pertama. Nah suara kedua yang digadang-gadang Caleg PAN itu ternyata diraih Caleg Partai Gerindra Petahana Bashor itu," jelasnya.

Tidak hanya itu, Nanang menyebutkan potensi konflik di internal Partai juga terjadi di Dapil Sidoarjo VI (Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Waru). Terutama, di internal Partai berlambang matahari terbit (PAN) akibat belum ada kepastian perolehan suara. Kondisi ini memaksa harus menunggu rekapitulasi akhir di tingkat KPU Sidoarjo.

"Penghitungan perolehan suara merupakan tahapan akhir penyelenggaraan Pemilu. Ini memiliki kerentanan dan potensi konflik yang tinggi bagi masing-masing Caleg. Proses rekapitulasi di kecamatan hingga kabupaten memakan waktu yang panjang dan lama. Nah kalau ada yang 'bermain' di lamanya waktu ini biasanya yang menjadi rawan lepas kontrol," papar pria berambut putih penuh yang juga tergabung dalam Pemantauan Pemilu Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) ini.

Bagi Nanang selisih perolehan suara yang tipis ini, semakin membutuhkan ketelitian banyak pihak untuk membuktikan akurasi data hasil rekapitulasi suara dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai tingkat Kecamatan. Karena di sini, jika terdapat kesalahan sengaja atau tidak sengaja, tindakan itu tidak hanya akan berpengaruh pada hasil suara saja. Akan tetapi, juga sangat berpotensi merubah kemenangan Caleg yang lolos mendapat kursi di DPRD Sidoarjo.

"Kami menyarankan pada saat rekapitulasi berlangsung, kehadiran saksi, pengawas dan pemantau dengan data yang dibawanya masing-masing dapat semakin meningkatkan akurasi hasil penghitungan suara di tingkat KPU Sidoarjo. Yakni dengan menyajikan data pembanding, saat ditemukan dugaan kecurangan. Sekaligus agar Caleg yang dirugikan bisa langsung melapor ke Bawaslu Sidoarjo. Makanya, kami tidak yakin potensi kecurangan dengan praktik jual beli suara dilakukan di akhir rekapitulasi. Karena pengawas dan masyarakat membuat penghitungan terdokumentasi dengan baik di setiap tingkatan," tandasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi meresmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Sabtu…

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo tengah memacu akselerasi layanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo.…

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167 Tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai…

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam merayakan usia setengah abad, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar rangkaian Milad ke 50 dengan mengusung…

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - KB TK Al Muslim menggelar perayaan bertema Bangga Sidoarjo yang diikuti sekitar 170 siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB) dan…

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Jadinya yang ke-167. Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ini, sebagai tonggak…