Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebagai upaya meningkatkan peran dan kesadaran bela negara kepada kader PKK dan generasi muda, TP PKK Kabupaten Sidoarjo menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Organisasi kemasyarakatan yang diketuai istri Bupati Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor ini menggelar sosialisasi di Pendopo Kantor Kecamatan Sidoarjo, Selasa (15/11/2022).
Pesertanya, ada sekitar 180 orang. Mereka terdiri dari kader PKK dan Karang Taruna Kecamatan Sidoarjo, Buduran dan Kecamatan Candi.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbang) Pemkab Sidoarjo, Dr Mustain Baladan dan Danramil 0816/01 Sidoarjo Kota Kapten Chb Kamsuri menjadi narasumber dalam sosialisasi itu. Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor mengatakan wawasan kebangsaan tidak hanya penting diberikan saat ini. Alasannya, wawasan kebangsaan menjadi salah satu modal mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai wawasan kebangsaan perlu terus ditanamkan. Harapannya, rasa kesatuan dan persatuan serta rasa patriotisme dapat dimiliki masyarakat.
"Kegiatan ini sangat strategis sebagai upaya meningkatkan peran dan kesadaran bela negara bagi kader PKK dan generasi muda sekarang," ujar Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor kepada republikjatim.com, Selasa (15/11/2022).
Selain itu, istri Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Ning Sasha ini menjelaskan bela negara juga sangat urgensi (penting) diterapkan saat ini. Tidak hanya kepada generasi muda, tetapi juga kepada perempuan. Baginya perempuan menjadi penyokong keutuhan bangsa dalam hidup berdemokrasi.
"Perempuan sebagai warga negara pasti memiliki sikap dan perilaku mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," imbuh Ning Sasha.
Selain itu, istri Bupati Sidoarjo alumni Fakultas Hukum, Unair Surabaya ini menilai setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk bela negara. Tidak terkecuali, bagi perempuan. Hak dan kewajiban itu memiliki tanggung jawab yang melekat pada setiap warga negara.
"Kader PKK memiliki peran penting dalam bela negara. Peran itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, berbangsa dan bernegara. Para ibu harus memiliki kesadaran hak dan kewajiban bela negara dan ikut serta menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI dari berbagai ancaman dan gangguan dari dalam maupun dari luar," tegas Sasha yang juga alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Bahkan Ning Sasha menegaskan kaum perempuan memiliki posisi strategis dalam usaha bela negara. Alasannya, kaum perempuan sudah sepatutnya memiliki kesadaran bela negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesadaran itu diawali dengan pemahaman akan wawasan kebangsaan.
"Wawasan kebangsaan sebagai suatu cara pandang untuk melihat bangsa dan negara sebagai satu kesatuan yang utuh dalam suatu landasan ideologi Pancasila. Sebagai seorang perempuan, sebagai calon ibu dan ibu yang akan melahirkan generasi bangsa dapat memberi kontribusi positif dalam keberlangsungan kehidupan bangsa dan Negara Indonesia," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi