Bupati Sidoarjo Ingatkan Pentingnya Networking dan Daya Saing Saat Buka Job Matching BKK dan Penyuluhan Jabatan SMK

republikjatim.com
BUKA - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali didampingi Kepala Disnaker Pemkab Sidoarjo, Ainun Amalia membuka acara Job Maching BKK di SMK YPM 4 Taman, Rabu (09/11/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Program Job Matching Bursa Kerja Khusus (BKK) dan Penyuluhan Bimbingan Jabatan di SMK terus digelar Pemkab Sidoarjo. Program inovasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo ini salah satu cara untuk meminimalisir angka pengangguran di Sidoarjo.

Rekrutmen tenaga kerja lulusan SMK menjadi tujuan program ini. Karena itu, program ini selalu menggandeng dunia industri. Seperti halnya Job Matching BKK dan Penyuluhan Bimbingan Jabatan yang dilakukan di SMK YPM 4 Taman. Sebanyak 12 industri hadir membuka lowongan kerja dalam program itu.

Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan KPK, Bupati Subandi Warning Kontraktor Sidoarjo Harus Kerja Tepat Waktu dan Jaga Kualitas

Program itu, dibuka Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali didampingi Kepala Disnaker Pemkab Sidoarjo, Ainun Amalia serta beberapa pejabat OPD lain. Bupati Sidoarjo mengapresiasi positif kegiatan itu. Alasannya, program ini sejalan dengan salah satu dari 17 program prioritasnya yakni membuka 100.000 lapangan kerja.

"Pendidikan SMK menjadi salah satu upaya pengentasan pengangguran yg cukup signifikan angkanya di Sidoarjo. Karena SMK dinilai lebih relevan dengan kebutuhan industri," ujar Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Rabu (09/11/2022).

Karena itu, lanjut Gus Muhdlor SMK diminta tidak terpaku pada kurikulum yang ada. Tetapi harus ada inovasi dan terobosan agar kurikulumnya berdasar pada basis industri di sekitarnya.

Baca juga: Ringankan Beban Warga Miskin, 2.052 KPM di Sidoarjo Terima Bantuan Pangan Beras 40 Kilogram dan Minyak Goreng 4 Liter

"Dengan kata lain, SMK dapat menyesuaikan lulusan yang dibutuhkan oleh industri yang ada disekitarnya. Industri yang ada di daerah itu, maka kebutuhan industri itu yang harus disiapkan di SMK," ungkap Gus Muhdlor yang juga alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Selain itu, Gus Muhdlor mengingatkan pentingnya peranan networking pada dunia sekolah yang nanti akan bermanfaat pada dunia kerja. Menurutnya zaman sekarang, bukan hanya bicara tentang kompetensi, tetapi juga bicara tentang networking.

"Akan terasa kurang afdhol (baik) ketika hanya punya kompetensi. Tetapi networking tidak ditata, nanti akhirnya juga percuma," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Baca juga: Bawa Suara dari Masa Depan, Alumni MINU KH Mukmin Titip Harapan ke Bupati Subandi Soal Jalan dan Pendidikan

Selain pentingnya networking, Gus Muhdlor juga menyampaikan pentingnya daya saing siswa dalam memasuki dunia kerja. Karena itu, pihaknya berharap agar pihak sekolah memupuk kekuatan daya saing siswa itu.

"Kalau sudah punya netwoking kuat, akan menjadi ranah dari yayasan, guru, dan sekolah. Kita juga harus mempersiapkan struggle (daya saing) bagi siswa-siswinya. Karena daya saing ini dibutuhkan dan harus diperkuat agar tidak tergeser dengan daerah lain," tandas putra KH Agoes Ali Masyhuri Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Lebo, Sidoarjo ini. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru