Kakanwil Kemenkumham Jatim Minta Kalapas/Karutan Baru Tingkatkan Profesionalitas dan Soliditas

republikjatim.com
LANTIK - Kakanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji melantik sebanyak 21 Kepala UPT Pemasyarakatan dilantik dan diambil sumpah di Aula Raden Wijaya Kanwil Kemenkumham Jatim, Rabu (02/11/2022).

Surabaya (republikjatim.com) - Sebanyak 21 Kepala UPT Pemasyarakatan dilantik dan diambil sumpah oleh Kakanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji, Selasa (02/11/2022). Zaeroji berharap para pejabat baru meningkatkan profesionalitas dan soliditas.

Total ada 85 pejabat administrasi dan fungsional yang dilantik di Aula Raden Wijaya Kanwil Kemenkumham Jatim. Sepuluh diantaranya adalah Kepala Lapas. Ada juga tujuh kepala rumah tahanan negara. Termasuk juga tiga orang kepala balai pemasyarakatan dan seorang kepala rupbasan.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Zaeroji memberikan harapan khusus kepada Kalapas atau Karutan baru. Yaitu agar memiliki budaya kerja pelayanan prima untuk meningkatkan profesionalitasnya. Baik dalam aspek birokrasi, pengamanan maupun pelayanan serta pembinaan.

"Sebagai satuan kerja yang punya risiko tinggi, sudah seharusnya aspek keamanan dan ketertiban di Lapas/Rutan harus diutamakan," ujar Zaeroji kepada republikjatim.com, Rabu (02/11/2022).

Selain profesional, Zaeroji juga mengingatkan agar jajaran pemasyarakatan juga loyal. Soliditas antar petugas pemasyarakatan harus dijaga.

"Kalau tim kita solid, saya yakin petugas kita tak akan mudah terpecah belah agar bisa menciptakan suasana kondusif dalam Lapas/Rutan," pintahnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Pria kelahiran Samarinda ini juga menekankan agar Lapas/Rutan juga mengoptimalkan peran intelijen pemasyarakatan. Tujuannya, agar bisa mengantisipasi potensi gangguan kemanan dan ketertiban.

"Kedepankan aspek preventif dan preemtif, perkuat manajemen dan mitigasi risiko," paparnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara terakhir, Zaeroji berpesan agar seluruh jajarannya menjaga netralitas dalam Pemilu. Mengingat saat ini sudah memasuki tahapan pemilu serentak 2024. Seorang ASN, kata Zaeroji, harus bebas dari segala bentuk pengaruh mana pun dan tidak memihak pada kepentingan siapa pun termasuk dalam pemilu.

"Bijaksana dalam bermedia sosial dan harus bisa memilih dan memilah. Mana berita yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan atau sekedar berita hoax," tandasnya. Kem/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru