Memperlancar Aktivitas Perekonomian Warga 8 Desa, Akses Menuju Kampung Nelayan Sedati Sidoarjo Dibeton

republikjatim.com
DIBETON - Proyek betonisasi menuju delapan desa di kawasan kampung nelayan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai akhir Tahun 2022 mendatang, Senin (19/09/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga Sidoarjo bagian timur, terutama wilayah Kecamatan Sedati bisa bernafas lega. Ini menyusul, proyek peningkatan jalan beton sedang masif dikerjakan. Tahun 2022, betonisasi sudah sampai di depan Politeknik Perikanan dan Kelautan Sidoarjo, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Jalan Raya Sedati - Betro - Kalanganyar menjadi jalan akses utama menuju kawasan kampung nelayan.

Di kawasan ini terdapat delapan desa yang mayoritas warganya sejak berpuluh tahun berprofesi sebagai nelayan, petani tambak dan petani garam.

Baca juga: BPPD Pemkab Sidoarjo Berlakukan Pembebasan Denda Pajak Daerah Mulai 4 Mei hingga 29 Oktober 2026

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan peningkatan infrastruktur jalan beton dilakukan merata di wilayah Sidoarjo. Salah satunya, yang menjadi prioritasnya di kawasan kampung nelayan di Kecamatan Sedati. Menurutnya, ada delapan desa yang masuk dalam kawasan kampung nelayan di pesisir Sidoarjo. Ke delapan desa itu, yakni Desa Betro, Buncitan, Kalanganyar, Segorotambak, Banjarkemuning, Gisik Cemandi, Tambak Cemandi dan Desa Cemandi.

"Kita harus melihat Sidoarjo secara utuh, termasuk di dalamnya juga terdapat masyarakat kampung nelayan. Di kawasan Sedati ada delapan desa. Ini belum yang ada di kawasan Kecamatan Jabon. Semua harus diperhatikan. Infrastruktur, terutama jalan secara bertahap ditingkatkan agar aktivitas ekonomi warga semakin lancar," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Senin (19/09/2022).

Baca juga: Siswa SMA Al Muslim Syukuri Kelulusan dengan Praktek Beri Bermanfaat, Bagi Pengalaman ke Adik Kelas dan Lainnya

Di kawasan ini, lanjut Gus Muhdlor, potensi pengembangan UMKM hasil laut dan tambak belum begitu banyak tersentuh. Begitu juga dengan pengembangan wisata laut seperti wisata mangroove dan wisata alam lainnya yang bisa menjadi alternatif mata pencaharian bagi warga di kawasan kampung nelayan Sedati.

"Karena selama ini, masyarakat pesisir menggantungkan hidup dari mencari ikan di laut," imbuh Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Baca juga: Siapkan Skema Rp 209,5 Miliar, Bupati Kepala BPBD dan Dinas PUBM SDA Lobi BNPB Tangani Banjir Tahunan di Sidoarjo

Rata-rata warga kampung nelayan, kata Gus Muhdlor mereka berangkat malam hari untuk melaut. Kemudian, pagi harinya mereka balik dan perahunya sandar di dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Tambakcemandi dan TPI Desa Kalanganyar.

"Potensi UMKM hasil laut perlu digali dan dikembangkan. Rantai ekonomi dari hasil produk olahan bisa menghidupi lebih banyak orang. Ini yang sedang kita pikirkan sekarang," tandas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru