Penutupan MPLS di SMK YPM 8 Sarirogo, Ratusan Siswa Bersih-Bersih Sungai Perbatasan Sukodono - Sidoarjo

republikjatim.com
BERSIH - Sebanyak 600 siswa SMK YPM 8 Sidoarjo bersih-bersih sungai di perbatasan Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono yang letaknya berdekatan dengan sekolah saat penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Sabtu (23/07/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Siswa dan siswi SMK YPM 8 Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo menggelar acara bersih-bersih sungai di perbatasan Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono yang letaknya berdekatan dengan sekolah. Sekitar 600 peserta didik baru hasil PPDB Tahun 2022 dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih sungai sebagai penutupan acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) itu.

Mereka menyisir pinggiran sungai hingga ada sebagian dari siswa yang nyemplung untuk membersihkan sampah yang ada di sungai.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto mengatakan kegiatan ini merupakan aksi nyata YPM 8 Sidoarjo bersama anak-anak didiknya dalam menjaga lingkungan.

"Selama ini, saya tidak menghimbau masyarakat, tetapi saya mengajak anak-anak (didik) untuk belajar menjaga lingkungan dengan aksi nyata," ujar Dr Kisyanto kepada republikjatim.com, Sabtu (23/07/2022) di sela-sela bersih-bersih sungai dan saluran air.

Bagi Kisyanto yang juga menjabat Ketua MKKS SMK Swasta ini, para siswa dan siswinya memiliki peran penting dalam perubahan di tengah masyarakat. Terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Saya yakin kalau anak-anak (didik) bisa menjadi contoh yang lain pasti ikut menjaga dan membersihkan sungai maupun saluran air lainnya," paparnya.

Kepala Sekolah yang akrab dipanggil Pak Kis ini menjelaskan selama ini masyarakat masih berharap kepada usaha pemerintah menjaga dan melestarikan lingkungan. Bagi Dr Kis, anggaran pemerintah tidak akan cukup untuk menjaga lingkungan jika tidak ada program pemberdayaan masyarakat. Artinya, harus ada penanaman kesadaran.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Kalau masyarakat tidak ikut membersihkan, minimal mereka tidak membuang sampah sembarangan atau tidak merusak lingkungan. Karena seberapa pun banyaknya uang Pemkab Sidoarjo, tentu tidak akan mampu menyelesaikan masalah lingkungan. Kecuali ada unsur pemberdayaan masyarakat," tegasnya.

Sementara kegiatan bersih-bersih sungai ini bagian dari pemberdayaan masyarakat. Targetnya menggugah kesadaran anak-anak (peserta didik) sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Kami berharap para pelajar akan menjadi agen atau duta lingkungan di keluarga dan lingkungannya masing-masing," jelasnya.

Dr Kis menilai sungai merupakan aset daerah yang image-nya perlu diubah. Alasannya, karena sungai bisa difungsikan sebagai tempat bermain atau mencari hiburan. Namun, jika sungai terlanjur kotor membuat masyarakat enggan untuk memaksimalkan fungsinya dan berat untuk menormalisasi.

"Untuk memulai itu, penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kali ini dilakukan pelepasan 10.000 benih ikan ke sungai. Kelak bisa dinikmati masyarakat untuk pemancingan," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru