Kenalkan Sentra Unggulan UMKM Kota Delta pada Kunjungan Tamu GOW Banjarbaru

republikjatim.com
PAPARAN - Penasehat GOW Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor (Ning Sasha) paparan di hadapan rombongan Pengurus GOW Banjarbaru, Kalimantan Selatan di ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Jumat (22/07/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ketua dan pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sidoarjo menerima kunjungan kerja Pengurus GOW Banjarbaru, Kalimantan Selatan di ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Jumat (22/07/2022).

"Kami mengucapkan terima kasih atas diterimanya rombongan kami. Tujuan kedatangan kami belajar cara mengangkat UMKM GOW dan UMKM Banjarbaru," ujar Ketua Rombongan, Salma Mellenia.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Salma Millenia menyampaikan UMKM Banjarbaru berjumlah 1.723 unit. Mereka banyak bergerak di dunia fashion dan kuliner.

"Tapi, sebagian ada yang masih belum terdata," imbuhnya.

Istri Bupati Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor (Ning Sasha) menjelaskan UMKM yang ada di Sidoarjo ini cukup banyak. Di setiap kecamatan ada kurang lebih 100 UMKM. Bahkan ada yang lebih dari 500 UMKM.

"Kalau dijadikan satu bisa belasan ribu UMKM. Sedangkan data di Dekranasda sudah terdaftar UMKM binaan dengan jumlah hampir 500 UMKM," tegasnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Ning Sasha menambahkan perajin Kulit Tanggulangin menjadi salah satu sentra andalan UMKM yang beberapa saat kemarin sempat terpuruk karena pandemi Covid-19. Kini, mulai menggeliat lagi.

"Metode pemasaran secara online sehingga banyak menerima order-order dari luar daerah. Jadi satu kebanggaan walaupun pandemi tapi masih berproduksi," paparnya.

Ning Sasha memaparkan produksi Sidoarjo lainnya yang terkenal adalah batik. Di Kampung Batik Jetis misalnya semua perajin batik mayoritas menerima orderan.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Tapi ditekankan agar tetap menggunakan motif khas Sidoarjo yakni udang bandeng serta beras kutah. Termasuk di Desa Kesambi, Kecamatan Porong ada Kampung Sayangan yang khusus produksi alat dapur seperti panci, oven kebanjiran permintaan hingga dari luar negeri," ungkapnya.

Sementara Ketua GOW Kabupaten Sidoarjo, dr Sriatun menegaskan semua program GOW berjalan lancar berkat dukungan dan support dari Penasehat GOW, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor yang sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Sidoarjo.

"Bapak Bupati dan Wabup Sidoarjo gencar menjalankan 17 program prioritas. Salah satunya kredit bagi usaha kecil Kurma. Pemberian stimulus modal usaha bagi perempuan mandiri. Ada juga renovasi warung rakyat dan sebagainya," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru