Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyerahkan sertifikat aset Badan Milik Daerah (BMD), aset Badan Milik Nasional (BMN), wakaf dan PTSL Tahun 2022 di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (24/06/2022).
"Kabupaten Sidoarjo berdasarkan data BPN adalah peringkat pertama pengurusan sertifikat. Karena setiap bulannya sekitar ada sekitar 22.000 sertifikat," ujar Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Jumat (24/06/2022).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Selain itu, Gus Muhdlor memberi apresiasi setinggi -tingginya kepada BPN Sidoarjo. Hal ini, karena Tahun 2021 untuk pencapaian target 55.000 PTSL tercapai.
"Tahun ini target 15.000 PTSL. Insyaallah semua bisa tercapai karena pengukuran dan lain sebagainya sudah selesai. Tinggal urusan administrasi di kantornya," tegas alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Sementara Kepala BPN Sidoarjo Yannis Harryzon Dethan menegaskan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2022 sudah menyerahkan sertifikat untuk PTSL sebanyak 1.006 bidang tanah. Untuk wakaf dan BMD sebanyak 82 bidang. Sehingga total BMD sudah selesai 271 bidang. Hal ini, menjadi awal mula menyerahkan sertifikat Tahun 2022.
"Sesuai arahan Bapak Menteri, kita akan mempercepat proses pendaftaran tanah di seluruh Kabupaten Sidoarjo. Seksi PTSL dan sengketa Tanah BPN Sidoarjo sudah membuat roadmap sampai Tahun 2024/2025. Karena ada 2 skenario yang mengusahakan semua tanah di Sidoarjo terdaftar," ungkapnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Pihaknya meminta Kepala Desa (Kades)/Kelurahan untuk kerjasama dalam mensukseskan program ini. Yakni dengan meminta Kapolresta Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo untuk mengawal sejumlah program itu.
"Tanah itu merupakan aset yang dapat dikelola secara aman, tanpa persengketaan yang mungkin saja sangat berpeluang terjadi. Karena informasi yang salah atau tidak adanya kelengkapan persyaratan untuk aset tanah (sertifikat). Urusan aset tanah ini, menjadi sangat urgensi karena dampaknya sangat luas," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi