Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga kondusifitas kerukunan antar umat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Sidoarjo.
Yang terbaru, FKUB di kepengurusan baru ini membentuk kader-kader kerukunan umat beragama di tingkat bawah. Yakni di lingkungan sejumlah perumahan. Upaya itu dilakukan untuk menjaga kerukunan di tengah derasnya arus urbanisasi.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Program ini menurut Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor sangat baik. Alasannya, Sidoarjo daerah yang tingkat urbanisasinya termasuk tinggi di Jawa Timur. Perkembangan pemukiman perumahan juga menjadi salah satu dasar pentingnya membentengi dan menjaga kerukunan umat di tengah-tengah masyarakat Sidoarjo yang heterogen.
Putra Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Lebo, KH Agoes Ali Masyhuri ini menginginkan para pengurus FKUB Sidoarjo dapat memberikan kerja nyata dan berperan di Sidoarjo. Salah satunya mampu mempertahankan kondusifitas wilayah dan kerukunan umat beragama di Sidoarjo tetap terjaga dengan baik.
"Ketika urbanisasi tinggi, maka heterogenitas warganya semakin bermacam macam. Karena itu FKUB harus hadir dan punya partisipasi aktif untuk menjembatani kontak perbedaan. Kerja dan kinerja nyata FKUB ini tetap terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar semua bisa tetap terjaga dengan baik," ujar Gus Muhdlor usai melantik Pengurus FKUB periode 2021 - 2026 di Pendopo Pura Jala Siddhi Amertha, Juanda, Sidoarjo Minggu (19/06/2022).
Gus Muhdlor berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, seluruh stakeholder dan elemen masyarakat di Sidoarjo dapat mendukung segala program kerja FKUB Sidoarjo. Terutama dalam rangka mewujudkan pemeliharaan kerukunan umat beragama.
"Saya berharap semua bisa mendukung program-program kerja FKUB ke depan agar kita bisa bersama-sama saling mewujudkan kerukunan umat beragama di Sidoarjo," pintah alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Dalam kesempatan ini, Gus Muhdlor memberikan mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap program pembentukan paguyuban kader kerukunan di perumahan-perumahan yang akan dilakukan FKUB Sidoarjo. Menurutnya program seperti ini penting dalam menjaga kerukunan beragama.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas gagasan Program baru FKUB Sidoarjo untuk membentuk Kader Kerukunan di Perumahan-perumahan. Nanti dapat mempertahankan Sidoarjo sebagai daerah yang majemuk, damai, harmonis dan tentram," tegas alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Kepengurusan FKUB Sidoarjo periode tahun 2021-2026 resmi dilantik Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Idham Kholid sebagai Ketua FKUB Kabupaten Sidoarjo. Pelantikan ini disaksikan unsur Forkopimda Sidoarjo serta Kepala Bakesbangpol Sidoarjo dan para ketua majelis umat bergama di Sidoarjo. Bupati muda alumni FISIP Unair Surabaya ini mengucapkan selamat kepada pengurus dan anggota FKUB Sidoarjo yang baru saja dilantik.
"Kami mengapresiasi para pengurus yang mengakhiri masa kepengurusannya dengan baik dan mendedikasikan peran serta pengabdiannya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada umat beragama di Sidoarjo. Selamat kepada yang baru saja dilantik. Terima kasih kepada pengurus yang lama karena mendedikasikan dirinya untuk memberi pelayanan yang baik kepada umat beragama di Sidoarjo," ungkapnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Ketua FKUB Sidoarjo M Idham Kholid menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada Bupati Sidoarjo atas dukungannya terhadap program FKUB Sidoarjo selama ini. Menurutnya kondisi masyarakat pendatang yang ada di perumahan sebagian besar karakternya eksklusif. Karena itu, program baru FKUB Sidoarjo membentuk paguyuban kader kerukunan di perumahan. Tujuannya untuk mempersatukan dengan dasar kerukunan demi persatuan dan toleransi dalam hidup bernegara dan beragama.
"Kami yakin, diantara sikap eksklusif itu ada modal ingin hidup rukun. Karena kalau rukun pasti nyaman. Ini dapat dilakukan melalui program Paguyuban Kader Kerukunan di perumahan," papar Idham.
Idham berharap jika program itu berjalan dan sudah terjalin, manfaatnya bisa dirasakan semua masyarakat. Bukan hanya para pengurus FKUB saja, tetapi generasi selanjutnya yang dapat hidup damai tanpa adanya gangguan intoleransi.
"Yang bisa menikmati bukan kita saja, tapi anak-anak kita nanti juga bisa menikmati hasil program baru ini," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi