Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Ahmad Muhdlor Ali memberikan bantuan biaya hidup dari BAZNAS Sidoarjo kepada 21 warga Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Selasa (14/06/2022). Acara yang digelar di Balai Desa Klantingsari ini dihadiri Forkopimka Kecamatan Tarik serta Plt Ketua Baznas Sidoarjo, Plh Kepala Desa Klantingsari dan perwakilan Dinas Sosial.
Bantuan biaya hidup sebesar Rp 600.000 ini diberikan kepada 19 warga Klantingsari dan 2 warga disabilitas yakni Winda Ufrisah (34) dan M Evan (7) yang masing-masing mendapat bantuan kursi roda.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan perkembangan pembangunan khususnya di wilayah Tarik dan Balongbendo atau wilayah barat bakal banyak disentuh Pemkab Sidoarjo.
"Bisa kami sampaikan progress pembangunan nantinya akan lebih banyak menyentuh di daerah barat yakni Tarik dan Balongbendo. Tahun depan di Tarik dan Balongbendo akan banyak proyeknya. Jadi jangan kaget," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Selasa (14/06/2022).
Selain itu, Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini berharap agar bantuan yang diterima warga dapat digunakan sebaik-baiknya. Harapannya, bantuan itu akan berdampak baik bagi penerimanya.
"Harapan kami bantuan itu bisa digunakan sebaik-baiknya, ojo digawe tuku rokok, opo maneh sing enom-enom iki ojo oleh digawe tuku chip. Semoga dampaknya nanti juga baik. Insyaallah kalau pelaksanaan pembangunaj di Klantingsari bagus maka Pemkab Sidoarjo akan menambahkan alokasi anggarannya. Termasuk perangkat harus mengarahkan bantuan kepada warga yang benar-benar membutuhkan bantuan," pintah Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara itu, Gus Muhdlor berencana untuk membangun SMK baru untuk mengatasi permasalahan zonasi selama pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Apalagi, sebelumnya, Camat Tarik sempat menyinggung warganya jika daftar sekolah bingung karena kemana-mana jauh.
"Kami konsen mau mendirikan SMK baru. Tidak tahu nanti mana antara Tarik, Prambon, Tanggulangin, Balongbendo atau Sedati yang digunakan lahannya. Kebetulan yang Tulangan MA berada di pojok barat di Desa Telasih. Jadi kemungkinan bagian timur dari Prambon bisa tercover. Kalau ada SMK nanti akan banyak tercover yang di Barat, termasuk Klantingsari," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi