Dekesda Sidoarjo Bikin Film Pendek Remo Namaku Dipersembahkan untuk Sang Maestro Munali Patah

republikjatim.com
FILM - Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) membuat film Dokudrama dengan genre drama roman berjudul Remo Namaku yang diproduksi selama dua bulan dan bakal dilaunching bersamaan Festival Seni Munali Patah, Jumat (10/06/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komite Sinematografi dan Fotografi Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Sidoarjo membuat film Dokudrama dengan genre drama roman. Pembuatan film pendek berdurasi antara 20 sampai 25 menit ini, dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan Tari Remo yang merupakan budaya leluhur warga Sidoarjo.

Dalam Film Dokudrama yang berjudul Remo Namaku ini bakal didokumentasikan sebagai sebuah film persembahan untuk maestro Remo Munali Patah yang diproduseri langsung Iffa Suraiya.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Ketua Dekesda Sidoarjo, Ali Aspandi mengatakan film pendek ini sebagai bentuk dan upaya dalam melestarikan dan merawat Tari Remo. Tujuannya agar Tari Remo tetap eksis di Sidoarjo, terutama untuk kalangan generasi muda.

"Film Tari Remo ini sekaligus sebagai penghargaan kepada Munali Patah yang sudah menjadi aset seni budaya di Sidoarjo," ujarnya kepada republikjatim.com, Jumat (10/06/2022) disela-sela shooting Film Remo.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Selain itu, Aspandi menjelaskan pengambilan gambar dalam film berdurasi 20 sampai 25 menit itu dilakukan di beberapa tempat. Salah satunya di Monumen Jayandaru, rumah Munali Patah, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Munali Patah serta di Kantor Dekesda Sidoarjo.

"Karena isi film ini bercerita tentang filosofi Tari Temo yang diciptakan Bapak Munali Patah dengan dipadukan genre drama kolosal. Karena segmentasi dari film ini adalah kalangan anak muda dan pelajar," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara itu kata Aspandi Film Remo Namaku ini bakal dilaunching berbarengan Festival Seni Munali Patah. Festival ini merupakan bentuk penghargaan kepada para seniman dan budayawan yang memiliki dedikasi maupun prestasi terhadap kesenian di Sidoarjo.

"Lauchingnya bersamaan festival itu. Karena Festival Seni Munali Patah merupakan penghargaan kepada para seniman dan budayawan yang memiliki dedikasi terhadap kesenian di Sidoarjo," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru