Sidoarjo (republikjatim.com) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo berpartisipasi dalam Pameran Nasional Kriya Indonesia yang diselenggarakan di Jogya City Mall, Yogyakarta mulai 9 - 12 Juni 2022.
Pameran yang diikuti berbagai kota dan kabupaten se Indonesia ini, Dekranasda Sidoarjo tampil bersama Dekranasda lainnya. Diantaranya Dekranasda Yogyakarta, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Jambi dan lainnya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Dekranasda Kabupaten Sidoarjo berkesempatan mengirimkan tujuh peserta perajin IKM dan UMKM binaannya. Masing - masing perwakilan dari tiga asosiasi yakni produk craft, aksesoris dan kerajinan kulit.
Ketua Dekranasda Sidoarjo, Ny Sa’adah Ahmad Muhdlor Ali yang menghadiri pembukaan ini menilai kegiatan ini akan mampu membangkitkan UMKM di Indonesia. Khususnya para pengusaha di Kota Udang. Pihaknya berterima kasih pada Dekranasda Yogyakarta sebagai tuan rumah acara. Karena mengapresiasi kerajinan Sidoarjo.
"Saya optimis produk-produk UMKM asal Sidoarjo mampu bersaing baik di skala lokal maupun internasional. Kami mendapat apresiasi Ketua Dekranasda Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Gunung kidul. Mereka sangat mengapreasiasi dan mengakui kreatifitas produk Sidoarjo," ujar istri Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Ning Sasha ini di tengah- tengah pameran, Kamis (09/06/22).
Selain itu, Ning Sasha tidak bisa dipungkiri jika pandemi yang melanda hampir dua tahun lebih ini, berdampak pada perajin yang kesulitan untuk memasarkan produk kerajinannya. Bahkan, tidak sedikit yang menghentikan produksi. Hal ini berdampak ekonomi bagi para pengrajin UMKM.
"Karena itu, pameran ini diharapkan mampu membantu pemasaran produk perajin daerah yang terdampak pandemi Covid-19. Tujuan pameran ini, tidak lain menambah wawasan yang luas lagi kepada pengrajin UMKM Sidoarjo. Bahkan perluasan pasar atau pembeli agar UMKM Sidoarjo bisa lebih dikenal," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ning Sasha juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk dalam negeri. Alasannya, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia.
"Jangan lupa beli dan bela produk lokal. Seperti UMKM Sidoarjo agar selalu berjaya," pintahnya.
Sementara Koordinator UMKM Sidoarjo, Rini yang juga perwakilan Disperindag Pemkab Sidoarjo mengakui jika para perajin binaan Dekranasda Sidoarjo sangat antusias mengikuti acara ini. Beberapa diantaranya perajin kulit diwakili Bu Cici dengan produknya tas dompet pouch. Sedangkan aksesoris diwakili Dian Art dan Queen Art. Sementara craft ada empat IKM yang berangkat. Contoh tas rajut, hiasan dinding dan bordir.
"UMKM/IKM Sidoarjo semakin berkembang dan tidak sedikit melakukan ekspor keluar negeri. Kalau IKM Sidoarjo, alhamdulillah sudah ada beberapa yang ekspor. Pemulihan ekonomi Sidoarjo sudah mulai bangkit. Harapan acara ini bisa membangkitkan kembali Industri Kecil Menengah (IKM) setelah Covid-19," paparnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sedangkan Ketua Pelaksana sekaligus Direktur PT Aaliyah Cipta Pradana, Januaransyah Basuki merasa optimistis pameran akan memantik semangat para pelaku UMKM dan bermanfaat untuk para pelaku usaha saling bertukar informasi. Bahkan, pameran ini menjadi kampanye bagi para pelaku IKM akan kualitas produk mereka serta bisa bertukar informasi antar pelaku usaha.
"Kurang lebih ada 20 stand yang diikuti dari berbagai daerah. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi Dekransada dari berbagai kota dan kabupaten. Dari Jambi ada dari Sidoarjo dan lainnya. Apalagi, pameran nasional ini menampilkan lima produk kerajinan. Diantaranya kategori kriya batik, kriya logam, kriya kayu, kriya kulit, dan kriya keramik," tandasnya.
Selain pameran produk khas dari masing-masing daerah, acara juga dimeriahkan dengan kegiatan seperti seminar pelatihan pembuatan kerajinan, demo kriya dari berbagai mitra penrajin, fashion show hingga diramaikan dengan ragam kuliner nusantara. Hel/Waw
Editor : Redaksi