Sidoarjo (republikjatim.com) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo pada Januari 2022 lalu menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) atau kerjasama dengan PT Michigan Technology Co asal Korea Selatan (Korsel). Kerjasama itu, berisi tentang kerjasama ujicoba (trial) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menggunakan teknologi Dissolve Ozone Flotation (DOF) di IPA Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.
Soal kerjasama baru ini Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menyambut baik. Alasannya, dalam kerjasama itu, Perumda Delta Sidoarjo tidak mengeluarkan pembiayaan apapun.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Saya mengapresiasi kerjasama ini. Karena, Perumda Delta Tirta Sidoarjo tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Kerjasama ini sifatnya masih uji coba (trial). Semoga kerjasama ini mampu meningkatkan kualitas air, khususnya di IPA Siwalanpanji," pintah Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali kepada republikjatim.com, Kamis (02/06/2022).
Sementara secara terpisah Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Dwi Hary Soeryadi menegaskan ujicoba dengan teknologi DOF bersama PT Michigan Technology Co asal Korsel itu dilakukan mulai Maret 2022 lalu. Hasilnya berdasarkan hasil uji coba, hasil baku mutu air memenuhi standar.
"Makanya saat uji coba itu, juga dihadiri perwakilan PDAM Surabaya, Situbondo, Kementrian Kelautan dan Perikanan serta perwakilan BUMN, PT Adhi Karya dan PT PP," ungkap mantan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ini.
Lebih jauh, Dwi menyebutkan Direktur Utama PT Michigan Technology Co asal Korea Selatan sudah datang ke kantornya. Hasilnya, Perumda Delta Tirta bakal kesulitan jika memakai teknologi mesin secara keseluruhan. Apalagi biayanya juga terlalu mahal.
"Akhirnya, saya minta agar yang ada di Siwalanpanji dimodifikasi. Karena menurut saya sistem dan alat hampir sama, tetapi ada perbedaan pada ujung prosesnya. Mereka pertimbangkan itu dan sedang membuat penawarannya," tegas sosok pejabat yang akrab disapa Dwi ini.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Tidak hanya itu, Dwi juga menegaskan jika misalnya perusahaan asal Korsel itu kesulitan memodifikasi IPA Siwalanpanji, dirinya akan mencari lagi teknologi yang lainnya untuk memenuhi baku mutu air yang dihasilkan.
"Kami akan terus cari teknologi terbaik agar output air di IPA Siwalanpanji sesuai standar baku mutu. Ini penting dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas air sebagai layanan ke pelanggan," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi