Sidoarjo (republikjatim.com) - Seorang pria tanpa identitas tewas mengenaskan di atas rel Kereta Api (KA) Dusun Kemendung, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jumat (06/05/2022). Pria malang itu, tewas dengan tubuh terbelah menjadi dua bagian. Hal ini setelah tubuh korban terlindas KA Turangga jurusan Bandung - Surabaya di lokasi kejadian.
"Dalam kasus orang tertabrak KA Turangga itu, korban meninggal di lokasi kejadian dengan luka sangat serius," ujar Kanit Laka, Satuan Lantas, Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistyono kepada republikjatim.com, Jumat (06/05/2022).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Sugeng menceritakan dalam kecelakaan sekitar pukul 05.30 WIB itu, petugas memintai keterangan tiga saksi. Diantaranya Yuda Dwi Kristianto warga JL Werkudoro, Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Urip Supadi petugas Polsus KA warga Bulak Banteng Bhineka 3, Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya dan Achmad Dhanny (24) Security PT KAI warga Dusun Panggang, Desa Lebani Suko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.
"Berdasarkan keterangan saksi Yuda Dwi Kristianto saat ditemukan meninggal di lokasi kejadian tidak ditemukan identitas korban," imbuhnya.
Kemudian lanjut Sugeng berdasarkan informasi dari Masinis (Reza Arifin) korban saat KA sebelum melintas di TKP dari jauh sudah melihat korban tidur terlentang di atas rel. Melihat itu Masinis KA Turangga sudah memberi peringatan kepada korban dengan suara bel klakson panjang. Namun peringatan klakson itu tidak dihiraukan korban dan bahkan tidak direspon untuk berpindah tempat.
"Seketika itu, pada saat KA Turangga melintas melindas tubuh korban. Ketika petugas datang ke lokasi kejadian, korban sudah meninggal dunia dengan posisi terpotong potong dan terpisah bagian tubuhnya. Selanjutnya korban dibawah ke RSUD Sidoarjo untuk divisum," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Kapolsek Taman, Kompol Yoyok Dwi Purnomo menegaskan usai mendapatkan laporan petugas langsung mendatangi TKP dan menginterogasi saksi-saksi serta memintakan visum mayat korban ke RSUD Sidoarjo.
"Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa segera menghubungi RSUD Sidoarjo atau petugas kepolisian Polsek Taman dan Polresta Sidoarjo untuk memudahkan identifikasi korban," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi