Sidoarjo (republikjatim.com) - Raut wajah Ira Sugiana warga RT 06, RW 02, Dusun Bangeran, Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo bersama buah hati laki-lakinya tampak sumringah. Hal ini, setelah Ira menerima Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima Warung dan Nelayan (BTPKLWN) yang disalurkan Kodim 0816 Sidoarjo pada Tahun 2022.
Perempuan pedagang aksesoris ini menjadi salah satu dari ribuan warga Kecamatan Wonoayu yang layak menerima BTPKLWN. Selama ini, dia bekerja mengandalkan hasil berdagang aksesoris dan baju. Apalagi, usaha yang dirintis sejak 10 tahun secara online bersama suami itu, baru tahun ini punya lapak kecil-kecilan.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Omzet yang kami terima dari hasil penjualan menurun sejak adanya pandemi kemarin. Kami sadar karena kami menjual produk kebutuhan sekunder dengan situasi ekonomi yang sulit saat ini," ujar Ira Sugiana kepada republikjatim.com, Jumat (08/04/2022).
Karena itu, lanjut Ira ketika menerima bantuan dirinya merasa sangat senang. Apalagi, selama pandemi sekitar 2 tahun terakhir dirinya belum pernah mendapat bantuan sosial sama sekali.
"Alhamdulillah, hari ini kami mendapat bantuan sebesar Rp.600.000 dari TNI. Ini sangat bermanfaat bagi kami untuk tambahan modal usaha kami menjelang lebaran kurang 3 pekan," ungkapnya seusai menerima Bansos di Koramil Wonoayu.
Karena itu, Ira berharap bantuan sosial untuk pedagang kaki lima, warung dan nelayan dari pemerintah pusat lewat TNI bisa diberikan secara berkelanjutan.
"Kami mohon bansos ini bisa berkelanjutan untuk memulihkan usaha para pedagang, warung dan nelayan pasca pandemi. Karena ini sangat berarti bagi pemilik usaha kecil," pintahnya.
Sementara Danramil 0816/13 Wonoayu, Kapten Arm Teguh Yudi Irbayanto menjelaskan untuk kuota BTPKLWN di Kecamatan Wonoayu ada 1.366 orang dari 20 desa. Rata-rata peruntukannya untuk para pedagang kaki lima, warung dan nelayan.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Bantuan ini bentuknya cash (tunai) sebesar Rp 600.000. Kami (Koramil Wonoayu) pastikan tidak ada pengurangan atau pemungutan. Jadi murni diterima warga Wonoayu Rp 600.000," tegasnya.
Selain itu, Teguh menegaskan soal verifikasi dan validasi (Verval) data penerima BTPKLWN anggota Koramil bisa dipastikan tidak ganda dengan bansos lainnya. Hal itu, bisa dilihat untuk Verval secara online dari NIK dan KTP. Harapannya tidak double bantuan.
"Kalau ada yang double bantuan sosial lainnya saat dicek dan ricek di NIK KTP akan muncul. Sehingga tidak bisa menerima bantuan BTPKLWN. Kami (TNI) yang dipercaya pemerintah. Harapannya bantuan yang sudah diterima dapat digunakan dan dapat menambah modal usaha sesuai dengan temanya BTPKLWN," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi