Gus Muhdlor Target Dinas PUBM dan SDA Sidoarjo Normalisasi 40 Sungai di Kawasan Rawan Langganan Banjir Mulai April

republikjatim.com
TARGET - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menargetkan Dinas PUBM dan SDA melaksanakan normalisasi sungai di kawasan rawan banjir mulai April besok.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menargetkan mulai awal April 2022, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo sudah mulai pengerjaan normalisasi saluran sungai di sejumlah lokasi yang masuk dalam peta kawasan (daerah) rawan banjir.

Berdasarkan datanya, terdapat 40 titik saluran yang akan dinormalisasi di Tahun Anggaran 2022 oleh Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo. Proyek normalisasi sungai itu merata dilakukan mulai dari Kecamatan Tarik hingga Kecamatan Waru. Terutama yang masuk dalam prioritas seperti kawasan yang sering menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Normalisasi akan dikebut. Targetnya, awal April bulan depan harus sudah mulai dikerjakan," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Selasa (22/03/2022) seusai membuka rapat RKPD Tahun 2023 di Aston Hotel Sidoarjo.

Normalisasi di wilayah Kecamatan Waru, kata Bupati Alumni Fisip Unair Surabaya ini ada beberapa titik yang masuk dalam prioritas Tahun 2022 ini. Diantaranya, normalisasi saluran di Desa Tambaksawah. Di kawasan ini sering terjadi banjir rutin setiap tahun. Untuk mengurai permasalahan banjir menahun di kawasan itu, akan dilakukan normalisasi seperti yang selama ini diusulkan Pemerintah Desa Tambaksawah dan warganya.

"Semua sudah dilakukan pemetaan. Termasuk, saluran mana saja yang masuk prioritas untuk dilakukan normalisasi tahun ini. Normalisasi akan dilakukan setiap tahun terutama di kawasan yang rawan banjir," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Bupati Alumni SMAN 4 Sidoarjo ini, normalisasi sungai juga akan dilakukan pada saluran JL Nusantara samping Masjid Al Islah yang mengarah ke saluran Tropodo Jaya, Desa Tropodo, Kecamatan Waru. Kawasan ini juga masuk prioritas karena setiap tahun menjadi langganan banjir.

"Sedangkan di wilayah Kecamatan Gedangan saluran yang akan dinormalisasi yakni saluran Desa Gedangan sampai dengan Desa Semambung. Kemudian, saluran Desa Ketajen. Karena kedua saluran itu sudah lama tidak dinormalisasi. Akibatnya terjadi pendangkalan sungai," tegasnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Kemudian di Kelurahan Wonocolo, Kecamatan Taman juga akan dilakukan normalisasi pada Saluran Kalimir. Normalisasi dimulai dari saluran yang melewati RT 2,3,4,5,9,12 dan 14.

"Karena semua kawasan itu juga sering menjadi langganan banjir," jelasnya.

Selain itu, di wilayah Sidoarjo barat, tepatnya di Kecamatan Prambon juga akan dinormalisasi. Saluran yang dinormalisasi tahun ini yakni saluran RT 8 RW 2, Desa Kedungwonokerto. Kemudian di Kecamatan Tulangan yakni saluran di Desa Kepadangan.

"Sedangkan di Kecamatan Jabon saluran yang akan dinormalisasi yakni saluran Desa Tambakkalisogo," paparnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan, Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo, Rizal Asnan menegaskan saat ini proyek normalisasi sungai sudah masuk proses perencanaan. Rencananya, pada awal triwulan II atau April sudah mulai proses pengerjaannya.

"Sekarang tahapannya sudah masuk perencanaan. Awal April mulai dikerjakan seperti yang ditargetkan Pak Bupati," katanya.

Rizal mengaku pihaknya sudah memetakan saluran mana saja yang masuk prioritas dikerjakan tahun ini. Menurutnya, total ada 40 titik saluran yang akan dinormalisasi tahun ini.

"Termasuk normalisasi saluran di Kelurahan Ngelom, Kecamatan Taman," tandasnya. Adv/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru