Sidoarjo (republikjatim.com) - Ada kegiatan yang berbeda di SMA Muhammadiyah Taman (Smamita) Sidoarjo, Selasa (22/03/2022). Di sekolah yang memiliki gedung 8 lantai itu, sedang digelar acara Pameran 15 Karya Inovasi Siswa Smamita. Acara yang digelar di Hall Smamita Tower itu dibuka perwakilan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wilayah Surabaya dan Sidoarjo.
Selain pemberian hadiah atas hasil karya inovasi siswa yang dilombakan dalam acara itu juga dipamerkan hasil karya inovasi 15 kelompok siswa Smamita dari 58 kelompok siswa kelas 12 di sekolah favorit itu.
Sejumlah karya inovasi yang dipamerkan itu diantaranya Makota (Maket Teori Pola Keruangan Kota), Penguatan Literasi Digital Bagi Generasi Milenial, Mikotai (Miniatur Ekosistem Pantai), Rancang Bangun Alat Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis Arduino, Pengembangan Komik Digital " How Underwater Work", Inovasi Gelato Sinom dan Dawet terhadap Kesehatan, Scroller (pengguna bot telegram dalam sistem listrik berbasis internet of thing, wedhangku (Wedhang Angkung Pemanfaatan Daun Angkung), Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Bahan Alokupi Hand Wash, Pengembangan Website Mathatourist dan Pelestarian Budaya Jawa Lewat Media Instagram @jackronik.id. Selain itu, masih banyak karya inovasi yang dipamerkan lainnya.
Salah seorang anggota yang menghasilkan karya inovasi alat penyiram tanaman otomatis, M Adib Tantowi didampingi Andri Surya mengatakan alat penyiram tanaman otomatis itu untuk memudahkan orang bercocok tanam dan berkebun. Karena sistem kerjanya yang memudahkan hingga karya inovasi itu meraih dua media emas (gold medal) sebagai inovasi masuk kategori penciptaan smart garden.
"Salah satu medali emas itu kami raih saat lomba yang digelar Institute Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) yang diikuti 34 negara. Alhamdulillah tim kami keluar menjadi juara utamanya," ujar M Adib Tantowi kepada republikjatim.com, Selasa (22/03/2022) saat menunggu stan pamerannya.
Adib menceritakan jika inovasinya bersama timnya itu, terinspirasi dengan keinginan menciptakan perkebunan yang alami dan hasilnya memuaskan. Sehingga dengan alat penyiram otomatis itu kelembaban tanah terjaga.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Kami ingin menciptakan perkebunan yang subur. Meski yang menjaga kebun orang malas, tetapi alat penyiram tanaman itu membantunya dalam menjaga kelembaban tanah. Istilahnya saat tanah kering (kekurangan air) alat akan menyalah otomatis dan kalau kelembaban tanah terlalu basah alat akan mati secara otomatis. Karena alat itu modal komponen utamanya hanya Arduino, Pompa dan Sensor," ungkapnya.
Ketua Panitia Pameran Karya Inovasi Siswa Smamita, Bachtiar Adi Saputro menilai pameran bagi siswa kelas 12 itu sifatnya wajib. Hal itu sama halnya ketika menjadi mahasiswa sebelum lulus harus membuat skripsi. Namun pelaksanannya siswa bisa membuat karya inovasi secara mandiri (sendiri) atau berkelompok dengan jumlah maksimal 6 orang anggota kelompok.
"Dari seluruh siswa siswi kelas 12 terdapat 58 kelompok. Mereka dibagi dalam 5 bidang. Diantaranya Teknologi, Pendidikan, Makanan dan Minuman, Sains serta Sosial dan Budaya. Tapi setelah dinilai tim juri hasilnya hanya karya inovasi 15 terbaik yang dipamerkan. Karena setiap bidang diambil 3 terbaik. Untuk penjurian kami juga melibatkan sejumlah kampus energi dan swasta termasuk dari perwakilan tim profesional," tegas Guru Mata Pelajaran Biologi ini.
Sementara Kepala Smamita Sidoarjo, Zainal Arif Fakhrudi menegaskan pameran karya inovasi ini bagian dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Guru hanya memfasilitasi siswa dan siswi membuat produk karya inovasi bersama kelompoknya.
"Hasilnya tetap akan dinilai juri dan siapa yang terbaik layak dipamerkan dan dilombakan jika ada perlombaan karya ilmiah di tingkatan kampus atau lembaga lainnya," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi