Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, mengelar tradisi ruwah desa. Acara yang digelar di pendopo Balai Desa itu, bertepatan Kamis Kliwon atau Malam Jumat Legi, Kamis (10/03/2022) malam.
Ruwah desa merupakan tradisi turun temurun sejak Kepala Desa terdahulu. Selain itu, bentuk rasa syukur warga Desa Bakungtemenggungan akan nikmat yang diberikan Allah SWT berupa kesehatan pasca Pandemi Covid-19.
Tradisi ruwah desa kali ini, pihak Pemdes menyediakan sejumlah tumpeng untuk disantap bersama-sama. Beragam jenis makanan baru bisa disantap setelah pemuka agama menggelar doa untuk para leluhur dan keluarga yang meninggal dunia.
"Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun untuk mengirim doa dan mengenang leluhur yang meninggal dunia. Semoga beliau ditempatkan yang terbaik oleh Allah SWT," ujar Kades Bakungtemenggungan, Abu Dawud kepada republikjatim.com, Kamis (10/03/2022) malam.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Meski kondisi cuaca saat itu hujan tanpa henti, tidak menyurutkan dan mematahkan semangat untuk menghadiri undangan ruwah desa kali itu.
"Semoga do'a yang dipanjatkan malam hari ini diterima oleh Allah SWT. Nikmat kesehatan dan rejeki bagi kita semua serta bagi warga Desa Bakungtemenggungan tidak luput juga kemajuan desa tercinta tetap terjaga," imbuhnya.
Abu Dawud juga mengajak berdoa bersama agar Pemdes Bakungtemenggungan beserta RT, RW serta lembaga desa lainnya bisa membangun desa dengan bersinergi bersama-sama. "Monggo, kita sebagai generasi penerus desa ini kita saling sinergi membangun desa agar ke depan semakin lebih baik," pintahnya.
Sementara Ruwah desa kali ini pihak Pemdes Bakungtemenggungan menyediakan 7 tumpeng. Ketujuh tumpeng itu konon memiliki arti dan makna. Menurut Sekdes setempat 7 tumpeng ini, Desa Bakungtemenggungan ini pernah dipimpin 7 Kepala Desa sampai sekarang ini. Zak/Waw
Editor : Redaksi