Sidoarjo (republikjatim.com) - Di bawah kepemimpinan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali dan Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus berupaya maksimal menyelesaikan masalah di Kota Delta, membangun daerah serta melahirkan sejumlah inovasi. Setahun pertama kepemimpinan duet pimpinan yang diusung PKB ini, pembangunan diprioritaskan pada infrastruktur, penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Sejumlah infrastruktur yang dibangun dan akan dilanjutkan di Tahun 2022. Pertama proyek pembangunan Frontage Road Aloha - Gedangan, betonisasi jalan sebanyak 24 ruas jalan, belasan titik normalisasi sungai dan 46 titik di Tahun 2022 ini, membangun infrastruktur DAM dan peningkatan jalan dalam rangka mengatasi banjir di tiga desa di Tanggulangin yakni Desa Kedungbanteng, Banjarpanji dan Desa Banjarasri) serta percepatan pembangunan Flyover Aloha dan Flyover Krian.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Problem pembangunan infrastruktur memang menjadi tantangan tersendiri. Karena banyak jalan berlubang dan beberapa simpul kemacetan telah menjadi problem menahun. Kami mulai mengurainya satu per satu," ujar Bupati muda yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini, Jum'at (04/03/2022).
Gus Muhdlor menjelaskan pembangunan Frontage Road (FR) segmen I telah tuntas. Anggaran Rp 52 miliar disiapkan untuk melanjutkan proyek itu. Ada 108 bidang lahan yang terdampak pembangunan FR Tahun 2022 ini. Sebanyak 38 bidang sudah dibebaskan.
"Untuk pembangunan Flyover Aloha saat ini masih dalam proses pembebasan lahan. Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan pembangunan flyover Krian. Begitu juga kemacetan di Pasar Suko sudah kami carikan solusi dengan pembongkaran bangunan di sekitarnya," imbuhnya.
Sedangkan di Pertigaan Jalan Bangah, sisi barat SPBU Aloha atau di samping Maspion I yang merupakan salah satu titik kemacetan di Sidoarjo, akan diperlebar bulan ini. Saat ini lebar jalan sekitar 7 meter. Nantinya jalan itu dilebarkan menjadi 10–12 meter. Pelebaran jalan ini diharapkan membuat akses lalu lintas lebih lancar sekaligus mempercantik tata kota.
"Betonisasi dan perbaikan jalan juga masif dilakukan. Sepanjang 21 kilometer jalan akan dibetonisasi tahun ini. Proyek itu, sudah masuk lelang. Harapannya bisa dikerjakan sebelum pertengahan tahun. Selain peningkatan jalan, Pemkab Sidoarjo juga melakukan penambalan kondisional saat jalan yang rusak," tegasnya.
*Pemerataan Fasilitas dan Layanan Kesehatan dengan Berdirinya RSUD Krian*
Pada bulan Maret Tahun 2022 ini, Pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan soft launching RSUD Sidoarjo Barat (RSUD Krian). Gus Muhdlor beserta jajarannya berupaya mempercepat realisasi elemen pendukung operasional rumah sakit itu. Diantaranya, penyiapan alat kesehatan, tenaga kesehatan hingga pengadaan obat-obatan.
"RSUD Krian merupakan salah satu upaya Pemkab Sidoarjo dalam pemerataan layanan kesehatan. Warga Sidoarjo Barat yang selama ini harus ke pusat kota atau tempat yang jauh untuk berobat kini bisa menjangkau layanan kesehatan lebih dekat," ungkap Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Di sektor ekonomi, Gus Muhdlor memaksimalkan program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (kurma). Program ini memberikan bantuan modal Rp 5 juta - Rp 50 juta untuk kelompok perempuan, terutama dari keluarga kurang mampu. Tahun ini Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran Rp 20 miliar untuk 2.400 kelompok usaha milik perempuan. Pendaftarannya dibuka pada tanggal 25 April 2022.
"Tentu saja dalam setahun kepemimpinan kami masih ada sejumlah kekurangan. Kami akan terus benahi dari waktu ke waktu. Tahun 2022 akan menjadi tahun peningkatan kinerja. Kami akan lipat gandakan seluruh target. Mulai infrastruktur, pelayanan publik, kesehatan hingga sektor pendidikan," urainya.
*Pulihkan Ekonomi Usaha Kecil dengan Program Renovasi 2.000 Warung*
Sedangkan mengawali Tahun 2022, belum genap setahun memimpin, pasangan Gus Muhdlor - Subandi menggeber program renovasi 2.000 warung rakyat. Tahap awal, sebanyak 402 warung rakyat mendapat manfaat dari program itu. Bantuan tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Sidoarjo, Krian, Tulangan, Candi, Sedati dan Kecamatan Tanggulangin.
"Program tersebut dikhususkan terhadap warung makanan minuman, bukan warung kelontong atau gerobak," jelasnya.
Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar bagi perbaikan 402 warung tahap awal. Terdapat dua menu bentuk renovasi yang dilakukan. Menu renovasi wajib yang dilakukan meliputi pemberian label atau identitas warung serta pengecatan. Sedangkan menu renovasi pilihan yang dapat dipilih oleh pemilik warung diantaranya perbaikan dinding, lantai, pintu maupun jendela ataupun perbaikan sanitasi.
"Program ini bagian dari pemulihan ekonomi. Harapannya, tentu saja kalau warung-warung rakyat semakin tertata dan kian higienis, maka akan tetap eksis dan bisa laris. Warung-warung rakyat ini juga harus didampingi agar bisa on boarding, bergabung di pasar digital," pintahnya.
Gus Muhdlor menyebut perhatian ke warung-warung rakyat bukan hanya dari aspek renovasi bangunan saja. Akan tetapi, juga harus menyentuh aspek lainnya. Program renovasi warung ini juga bukan hanya sekadar pembangunan renovasi fisik, tetapi juga perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.
"Termasuk bagaimana pelayanan yang ramah ke pelanggan. Dinas terkait harus mendampingi dan melatih," jlentrehnya.
*Tingkatkan SDM dengan 2.000 Beasiswa*
Sementara di bidang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) lanjut Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini menaruh perhatian lebih kepada mahasiswa yang berprestasi. Sebanyak 2.000 beasiswa digelontorkan untuk putra-putri terbaik Kota Delta. Terdapat empat jalur beasiswa yang disiapkan Muhdlor - Subandi.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Pertama beasiswa prestasi akademik, beasiswa prestasi olahraga kemudian beasiswa jalur prestasi bidang keagamaan. Untuk mewujudkan mimpi keluarga kurang mampu yang kesulitan ekonomi melanjutkan kuliah, Gus Muhdlor membuka jalur beasiswa mahasiswa kurang mampu.
"Program ini merupakan salah satu ikhtiar kami dalam membangun SDM Sidoarjo untuk lebih maju. Bukan hanya berfokus di pembangunan infrastruktur fisik tapi yang tidak kalah pentingnya berinvestasi pada SDM berkualitas. Salah satunya melalui beasiswa kuliah di perguruan tinggi. Saya pribadi berharap tidak ada lagi mahasiswa di Sidoarjo yang putus kuliah karena kesulitan biaya," kata Gus Muhdlor.
*Prestasi Pemkab Sidoarjo Selama Satu Tahun Kepemimpinan Gus Muhdlor - Subandi*
Pada 9 Maret 2021 menerima Penghargaan Pelayanan Publik dengan Predikat Pelayanan Prima (A) dari menteri PAN-RB diraih Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Disusul penghargaan Top 30 Kovablik dari Pemprov Jatim melalui aplikasi SiPraja. Penghargaan Investment Award 2021 kategori Juara Pertama Klaster 1 PDRB Lebih dari Rp 100 triliun. Penghargaan Implementasi Program Smart City kategori Smart Governance Gerakan Menuju Smart City dari Kemenkominfo.
Selanjutnya, di akhir tahun Pemkab Sidoarjo menerima Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PAN-RB dan KPK. Kemudian ditutup Penghargaan pertama dari Menteri Desa dan PDTT atas komitmen dan kerja keras dalam mendorong percepatan pembangunan desa.
Penghargaan pamungkas di Tahun 2021 ditutup dengan pemberian penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menganugerahkan penghargaan kepada Ahmad Muhdlor Ali sebagai Pemimpin Perubahan. Pemimpin Perubahan juga didasari dorongan untuk menggelorakan semangat perubahan yang dilakukan Gus Muhdlor membangun semangat kerja di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Hel/Waw
Editor : Redaksi