Sidoarjo (republikjatim.com) - Sungguh pilu derita yang dialami Nayla bayi yang baru berusia 3 bulan ini. Hal itu karena sejak lahir sudah menderita Spina Bifida. Bayi pasangan suami istri warga RT 02, RW 03, Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon ini menderita Spina Bifida atau cacat lahir dikarenakan sumsum tulang belakang gagal berkembang dengan baik.
Tidak hanya itu, Nayla yang lahir bulan Oktober tahun 2021 lalu juga divonis menderita Hidrosefalus (menumpuknya cairan didalam rongga jauh di dalam otak. Hal ini menyebabkan pembesaran kepala bayi perempuan yang saat ini hanya terbaring di rumahnya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Mendengar kabar derita Nayla, Wakil Bupati, Subandi mengunjungi rumahnya, Jumat (07/01/2022). Wabup Sidoarjo datang tidak sendiri. Dia datang bersama kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman serta Kepala Dinas Sosial Sidoarjo, Asrofi. Kedatangannya untuk memastikan pengobatan Nayla berjalan lancar sekaligus memberikan semangat kepada orang tuanya bagi kesembuhan buah hatinya.
Selain itu, kedatangannya juga ingin memberikan bantuan secara pribadi sekaligus menyampaikan bantuan dari Baznas Sidoarjo dan Sembako dari Pemkab Sidoarjo.
Wabup Sidoarjo, Subandi meminta Evita Nuriana ibu Nayla untuk bersabar. Menurutnya, Pemkab Sidoarjo akan berupaya membantu proses kesembuhannya. Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo diminta ikut mendampingi pengobatan Nayla sampai tuntas. Dinas Kesehatan juga dimintanya untuk memeriksa kondisi Nayla setiap hari.
"Ibu yang sabar, kita (Pemkab Sidoarjo) akan berusaha membantu kesembuhan putri jenengan Nayla," pintah Subandi saat menjenguk dan memberikan semangatnya kepada orang tua Nayla.
Usai menjenguk Nayla, Subandi menjelaskan perawatan berkelanjutan akan diberikan kepada Nayla. Hari Senin besok, Dinas Kesehatan Sidoarjo dimintanya untuk membawa Nayla ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Seluruh akomodasi akan ditanggung Pemkab Sidoarjo. Menurutnya hal seperti ini menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab Pemkab Sidoarjo kepada masyarakat.
"Kita akan kontrol rutin dan mobil akan kita siapkan dan kita akan awasi pengobatannya," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo drg Syaf Satriawarman menuturkan Nayla pernah dirawat di RSUD Sidoarjo. Pada proses pengobatan selanjutnya, Nayla dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Setelah beberapa bulan dirawat di RSUD Dr Soetomo, pihak keluarga memutuskan untuk merawat Nayla di rumah. Alasannya, karena terkendala biaya hidup di rumah sakit yang ditanggung orang tuanya saat menunggui anaknya. Namun menurut Dokter Syaf, pihak RSUP Dr Soetomo sendiri memang memperbolehkan Nayla pulang dan dilanjutkan layanan kontrol rawat jalan.
"Setelah kami kroscek ini memang bukan pulang paksa. Tetapi sudah boleh pulang dengan layanan kontrol rawat jalan. Jadi hari Senin besok rawat jalan disana, kontrol dan mudah-mudahan kalau bisa dilakukan dengan rawat jalan jadi tidak perlu rawat inap disana," tandasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi