Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi atas inovasi di bidang pendidikan dengan dibangunnya Boarding School MTs dan MA Gedung Pendidikan Islam di Madrasah Muslimat NU Sidoarjo. Pembangunan itu dinilai sebagai salah satu langkah untuk mencerdaskan bangsa.
Selain itu, untuk menjamin terlaksananya pendidikan dasar sebagai implementasi wajib belajar 12 tahun atau Program Menengah Universal (PMU).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Program boarding school banyak memberikan manfaat karena banyak siswa tidak banyak melakukan interaksi secara fisik dengan pihak luar. Ini akan meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal," ujar Bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor saat Grand Opening Boarding School dan peresmian pembangunan gedung tahap 4 di Lembaga Pendidikan Muslimat NU Sidoarjo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (06/01/2022).
Seiring dengan melandainya penyebaran Covid -19 di wilayah Sidoarjo, pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri memberikan izin kepada Pemkab Sidoarjo untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.
"PTM di Sidoarjo sudah sudah dilaksanakan sejak hari Senin kemarin. Para siswa sebagian besar sudah divaksin," imbuh Bupati Alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Gus Muhdlor menjelaskan selesainya liburan Natal dan Tahun Baru 2022 kemarin, Pemkab Sidoarjo nol kasus Covid-19. Ini menandakan tingginya tingkat kesadaran warga Sidoarjo dalam menjaga protokol kesehatan.
"Kondisi seperti ini harus kita pertahankan dan dijaga dalam mengingat sebaran Covid-19 yang baru (omicron) sudah terdeteksi di Jawa Timur," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terus memantau perkembangan lembaga sekolah yang dikelola Muslimat NU Sidoarjo ini. Menurutnya perkembangannya cukup pesat dari mulai sekolah tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA). Sekarang dibuka Boarding School dengan menerapkan konsep pembelajaran bilingual atau dua bahasa (bahasa Inggris dan Arab).
"Program ini sebetulnya kalau dihitung ada bahasa Indonesianya, jadi masuk Trilingual karena kalau dua bahasa yaitu bahasa Arab-Inggris saja masuknya bilingual. Tapi kalau Trilingual ada tiga bahasa. Ini menjadi bagian penting karena bahasa bisa membangun koneksitas diantara berbagai jejaring terutama di luar negeri," paparnya.
Selain itu, kata Gubernur Jatim pertama ini menguraikan ketika anak-anak disiapkan untuk menguasai bahasa asing yang menjadi standar belajar, maka hal ini bagian dari standar kesiapan semua pihak untuk masuk pada komunikasi global. Ditambah dengan proses pendidikan yang sudah menggunakan transformasi digital.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Kami akan terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memberikan penguatan kekuatan dari akademic achievement dan kekuatan dari spiritualitas yang dibangun secara konvergensi di sekolah ini. Metode ini bisa direplikasikan ke sekolah lain di Sidoarjo," jelasnya.
Sementara Kepala MTs Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo, Syamsuhari menjelaskan dengan adanya Boarding School ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih berkaitan dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Menurutnya, saat ini gerakan radikal banyak disebarkan melalui lembaga pendidikan dengan istilah Boarding School itu.
"Ini merupakan usaha dalam membentengi generasi muda untuk tidak terjerumus dalam gerakan radikal atau wahabi. Di Boarding School ini kita ajarkan berbagai keilmuan dari sains hingga agama yang sanadnya jelas," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi