Sidoarjo (republikjatim.com) - Upaya mempromosikan program Generasi Berencana (GenRe) dilakukan Pemkab Sidoarjo dengan menggandeng pelajar. Mereka dijadikan Duta GenRe. Tugasnya untuk mempromosikan program GenRe ke pelajar dan sekolah lainnya.
Sebanyak enam pasang pelajar terpilih dalam Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021 di Atrium Mall Lippo Plaza Sidoarjo, Rabu (08/12/2021). Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Pemkab Sidoarjo ini dibuka Sekda Sidoarjo, Ahmad Zaini.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Sekda Sidoarjo, Ahmad Zaini mengatakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, khususnya Sidoarjo bergantung kondisi remaja saat ini. Jika remaja saat ini rusak, maka berpengaruh besar pada kemajuan suatu bangsa.
"Karena itu, kami meminta semua pihak dapat membentengi diri dari hal-hal negatif. Banyak tantangan mulai dari lingkungan. Kami berharap kepada seluruh masyarakat Sidoarjo, membentengi remaja-remaja yang masih panjang perjalanannya," ujar Zaini.
Selain itu, Zaini meminta seluruh komponen bergandeng tangan mengatasi permasalahan kenakalan remaja. Mulai merokok, minum minuman keras sampai narkoba dan seks bebas. Dari pemerintah propinsi dan daerah serta masyarakat diajak untuk menjauhkan anak-anak dari hal-hal negatif itu.
"Harapannya bisa menjamin generasi muda yang sehat dan bahagia. Seluruh kabupaten/kota dan propinsi seluruhnya harus bersama-sama menghilangkan pengaruh negatif bagi remaja itu," pintah mantan Kepala Bappeda Pemkab Sidoarjo ini.
Mantan Kepala DPMPTSP Pemkab Sidoarjo ini menjelaskan Tahun 2016 lalu, Sidoarjo membentuk 86 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Menurutnya, jumlah ini masih kurang jika dibandingkan jumlah desa dan kelurahan yang mencapai 353.
"Melalui PIK-R, para remaja mendapat informasi yang benar soal penyalahgunaan narkoba, bahaya penularan HIV/Aids maupun kesehatan reproduksi remaja. Generasi muda adalah aset yang tidak boleh hilang, Karena itu PIK-R harus dikembangkan di desa kelurahan maupun tempat-tempat pendidikan lainnya," tegasnya.
Sementara Kepala Dinas P3AKB Pemkab Sidoarjo, Ainun Amalia menegaskan program GenRe terus dikembangkan. Hal ini untuk merespon permasalahan remaja saat ini. Menurutnya, program GenRe sendiri merupakan program untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Program GenRe merupakan program untuk mengembangkan karakter bangsa. Karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pranikah dan Napza. Tujuannya agar menjadi remaja tangguh serta dapat berkontribusi bagi pembangunan dan berguna bagi nusa dan bangsa," ungkapnya.
Mantan Camat Prambon ini menguraikan dalam program GenRe dikembangkan materi tentang kesehatan reproduksi remaja, life skill, penyiapan kehidupan berkeluarga serta kependudukan dan pembangunan keluarga. Program GenRe juga melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
"Untuk pengembangan PIK Remaja sebagai sebuah wadah pelayanan informasi dan konseling diperlukan figur motivator dari kalangan remaja. Figur motivator ini yang menjadi wakil atau Duta GenRe," tandasnya. Adv/Hel/Waw
Editor : Redaksi