Sidoarjo (republikjatim.com) - Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kota Delta menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah ruas jalan. Hal itu seperti yang terjadi di sepanjang JL Raya Jati Selatan IV Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo dan JL Raya Utama Jati, (11/11/2021). Langganan banjir di jalan menuju kantor DPC PDIP itu membuat geram sejumlah pengurus.
Apalagi langganan banjir itu sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Padahal, hujan yang mengguyur itu baru satu jam. Namun banjir di jalan depan kantor DPC PDIP Sidoarjo sudah meluap dan merembet sampai masuk halaman kantor partai besutan Megawati itu.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Banjirnya sudah langganan. Tiap hujan deras selalu banjir. Padahal, curah hujan lebat hanya terjadi sejak pukul 13.00 WIB - 14.00 WIB. Tapi, air meluap memicu banjir. Ini akibat saluran pembuangan air over kapasitas tidak bisa menampung air hujan," ujar Kepala Sekretariat DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Kariono kepada republikjatim.com, Kamis (11/11/2021).
Kariono menguraikan jika banjir itu bukan pertama kali saja menerjang kantor partainya itu. Namun sudah menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba.
"Padahal masih awal musim hujan, air sudah masuk sampai ke kantor DPC PDI Perjuangan Sidoarjo," ungkapnya.
Mendengar kabar banjir di kantor DPC PDIP kebanjiran, Bendahara DPC PDIP sekaligus Ketua Fraksi PDIP DPRD Sidoarjo, Suyarno merasa geram atas langganan banjir itu. Apalagi, masalah banjir ini kata Suyarno bukan kali pertama. Akan tetapi sudah lama dan sudah bertahun-tahun.
"Ini masalahnya kurang peran aktif pemerintahan desa. Padahal yang banjir itu ada jalan desa. Mestinya desa cepat menyikapi dengan berkirim surat ke Dinas PUBM dan SDA agar dinormalisasi salurannya," tegas Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo ini.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Semestinya, kata Suyarno jika tidak ada solusi baru ke Komisi C DPRD Sidoarjo agar ditindaklanjuti.
"Karena pada dasarnya tidak mungkin teman-teman Komisi C (Bidang Pembangunan) bisa melihat satu per satu kondisi desa se Sidoarjo. Makanya harus ada peran aktif dari desa itu sendiri," pungkasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi