Sidoarjo (republikjatim.com) - Siap siaga antisipasi terjadinya bencana, Forkopimda Sidoarjo bersama stake holder terkait menggelar apel gelar pasukan antisipasi terjadinya bencana alam maupun non alam berupa pandemi Covid-19 di Polresta Sidoarjo, Senin (25/10/2021).
Sejumlah personil gabungan disiagakan jika terjadi bencana di wilayah Sidoarjo. Para petugas yang disiagakan itu diantaranya Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, Damkar, relawan dan stakeholder lainnya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Subandi mengatakan para peserta apel gelar pasukan kesiapan antisipasi bencana sebagai antisipasi bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Melalui kesempatan ini, pihaknya mensinergikan kesiapan dalam penanganan jika bencana terjadi bencana alam maupun non alam.
"Selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana, juga harus mengedepankan faktor protokol kesehatan agar tidak bertambahnya penyebaran Covid-19. Karena patut disyukuri di Sidoarjo Covid-19 semakin menurun. Inilah yang harus terus dijaga," ujar Wabup Sidoarjo Subandi kepada republikjatim.com, Senin (25/10/2021).
Bencana alam hidrometeorologi mulai melanda di beberapa wilayah lain di tanah air. Dari BMKG Kabupaten Sidoarjo, perkiraan musim hujan terjadi pada November 2021 dan puncaknya Januari hingga Februari 2022. Melihat besarnya ancaman bencana hidrometeorologi maka diperlukan meningkatkan kewaspadaan semua pihak.
"Tidak hanya kesiapsiagaan para personel yang terlibat dalam penanganan. Jajaran Forkopimda Sidoarjo juga mengecek kesiapan peralatan dan kendaraan bermotor siaga bencana agar semua siap saat menghadapi bencana," ungkapnya.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan Polresta Sidoarjo dan jajaran bersama TNI maupun stake holder terkait siap melakukan berbagai upaya pencegahan resiko terjadinya bencana. Harapannya, proses penanganan maupun evakuasinya berjalan dengan baik.
"Kami akan melakukan pendekatan dan mengedukasi masyarakat, karena bencana dapat terjadi kapan saja. Sebagai antisipasi faktor resiko dampak bencana, dapat diminimalisir dengan menjaga lingkungan sekitar. Seperti membersihkan sampah di aliran sungai, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kesehatan, merapikan pohon besar dan sebagainya," tegasnya.
Mantan Wakapolresta Banyuwangi ini mengimbau seluruh personelnya untuk aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait. Termasuk akan adanya perubahan cuaca.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Harapannya, kondisi yang terjadi di setiap daerah Sidoarjo dapat tertangani dengan baik," ungkapnya.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo Dwijo Prawito menegaskan sebagai antisipasi terjadinya bencana dilakukan hingga ke tingkat desa. Semua pihak terlibat. Selain itu melibatkan peserta dari relawan kebencanaan.
"Dalam mitigasi bencana dinilai penting sebagai upaya meningkatkan penyelamatan korban saat terjadi bencana alam," tandasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi