Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 188 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) mengikuti prosesi wisuda ke 4 program sarjana. Pelaksanaan wisuda bagi ratusan mahasiswa itu tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
Sejak masuk ballroom salah satu hotel di kawasan JL Juanda, Sidoarjo itu peserta diskrining, dicek suhu badan dan diwajibkan menggunakan hand sanitizer. Selain itu, jarak antar peserta juga ditata serta tak ada jabat tangan dalam wisuda untuk 4 fakultas dengan 10 program studi (prodi) itu.
Rektor Unusida, Dr Fatkul Anam meminta para alumni Unusida untuk terus memperbanyak inovasi. Selain itu, bisa memberikan sejumlah solusi yang tengah dihadapi masyarakat. Terutama saat ini masih di masa pandemi Covid-19.
"Kami berharap, saat terjun ke masyarakat para wisudawan ini bisa berimprovisasi dan berinovasi di tengah masyarakat. Bahkan bisa secara cepat dan tepat mengambil keputusan terhadap situasi pandemi di tengah permasalahan yang dihadapi masyarakat selama pandemi Covid-19," ujar Dr Fatkul Anam kepada republikjatim.com, Sabtu (04/09/2021).
Lebih jauh, Anam menjelaskan selama masa perkuliahan di Unusida ada dua hal yang menjadi fokus pengembangan bagi mahasiswanya. Yakni soal enterpreneur (kewirausahaan) dan pemahaman Aswaja. Menurutnya, para mahasiswa selain dibekali keilmuan sesuai kompetensinya, mahasiswa juga diajari tentang dunia berwirausaha dan bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk prosesi magang (praktik kerja).
"Soal bekal pemahaman Aswaja yang sangat kuat, baik secara konsep maupun aplikasi di masyarakat karena sesuai dengan harapan berdirinya Unusida. Kedua bekal itu, menjadi pilar Unusida. Harapannya, dimana pun alumninya tetap bisa berkontribusi membesarkan organisasi Nahdlatul Ulama (NU)," pintahnya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Sementara dalam wisuda itu juga ada lulusan berprestasi yakni diberikan Alfina Rahma Mawatdah (24) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) karena menjurai beberapa kali tilawah dan tartir Al Qur'an hingga tingkat nasional. Selain itu, dua alumus terbaik yakni diberikan kepada Nia Ocatvirena Fakultas Tekni, Prodi Teknik Lingkungan dengan IPK 3,89 dan Aida Aprilia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Alfina Rahma Mawatdah mengaku terpilih sebagai wisudawan berprestasi karena banyak meraih banyak gelar juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di level regional maupun nasional.
"Semua prestasi itu karena dorongan dari kampus sangat luar biasa untuk terus meningkatkan bakat dan minat dari mahasiswa. Dampaknya saya mampu meraih banyak prestasi MTQ itu," ujar peraih juara 1 MTQ Virtual Pemuda Tingkat Mahasiswa se Indonesia ini.
Lulusan asal Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo ini mengenal bakatnya di bidang MTQ mulai masih duduk di TK dan Sekolah Dasar. Dia menceritakan di Unusida juga mendapat beberapa beasiswa atas sejumlah prestasinya itu.
"Saya bersyukur banget bisa kuliah di Unusida. Selain mensupport bakat juga memberi beasiswa kepada para mahasiswa berprestasi," tandas alumni SMAN 2 Sidoarjo anak pertama dari dua bersaudara Agus Murdiyanto dan Mukhlisa ini. Hel/Waw
Editor : Redaksi