Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Sidoarjo Terima BLT DBHCHT, Wabup Minta Perusahaan Rokok Patuh Perizinan

republikjatim.com
BLT - Sebanyak 1.930 buruh Pabrik Rokok (PR) menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 300.000 yang diterima selama 10 bulan diserahkan simbolis Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi di PR Cengkir Mas Gempolsari, Tanggulangin, Sidoarjo, Senin (30/08/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 1.930 buruh pabrik rokok di Sidoarjo menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkab Sidoarjo. Per bulan mereka menerima Rp 300.000 yang diterimakan selama 10 bulan.

BLT ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Sidoarjo. BLT ini diserahkan secara simbolis Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi di Pabrik Rokok (PR) Cengkir Mas, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Senin (30/08/2021).

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi berharap pemberian BLT ini akan meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik rokok asal Sidoarjo. Dengan bantuan ini diharapkan daya beli masyarakat akan meningkat di masa pandemi Covid-19. Harapannya, roda perekonomian di Sidoarjo akan terus berputar dan membaik di masa pandemi Covid-19 ini.

"Kami meminta kepada perusahaan rokok untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan. Legalitas dan perizinan wajib dikantongi agar perusahaan rokok dapat menjalankan usahanya dengan lancar. Tidak lagi menjadi kejar-kejaran aparat yang berwenang," ujar Subandi.

Lebih jauh, Subandi menjelaskan industri rokok membantu pemerintah dalam penerimaan negara di bidang tembakau dan cukai. Oleh karenanya, diharapkan perusahaan rokok yang ada dapat bersinergi dalam pembangunan.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Karena industri rokok membantu pemerintah dalam penerimaan negara di bidang tembakau dan cukai. Kontribusinya nyata dalam pembangunan," imbuhnya.

Selain itu, mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini mengungkapkan Sidoarjo akan berencana membangun Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Kawasan ini akan menampung industri rokok yang ada.

"Dengan KIHT diharapkan menumbuhkan industri-industri bukan seperti tembakau campur, pengangkutan, itiket filter dan pengemasan serta dapat menyerap tenaga kerja yang lebih baik," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo, Benny Airlangga memaparkan penyaluran BLT kepada buruh pabrik rokok dalam rangka menjalankan amanat peraturan Menteri Keuangan Nomor 206 Tahun 2020 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi DBHCT. Pelaksanaan program pembinaan lingkungan sosial untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat dilakukan melalui kegiatan pemberian BLT.

"Penyaluran BLT dilakukan non tunai melalui BPR Delta Artha Sidoarjo. Terhitung mulai bulan Maret sampai Desember 2021 mereka akan menerimanya secara bertahap. Tahap pertama disalurkan untuk periode bulan Maret sampai dengan Agustus 2021. Untuk tahap berikutnya disalurkan perbulan," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru