Tak Dihadiri Sekda dan Kepala OPD, Panja Penanganan Covid-19 DPRD Sidoarjo Bubarkan Rakor

republikjatim.com
BUBAR - Panja Penanganan Covid-19 DPRD Sidoarjo terpaksa membubarkan Rakor bersama Komisi D DPRD dan ekskutif (Pemkab Sidoarjo) karena tidak dihadiri Sekda dan Kepala OPD tapi hanya diwakilkan staf OPD di ruang Paripurna DPRD Sidoarjo, Rabu (14/07/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Rapat Kordinasi (Rakor) yang melibatkan Panitia Kerja (Panja) Penanganan Covid-19 DPRD Sidoarjo, anggota dan pimpinan Komisi D DPRD Sidoarjo dan eksekutif atau sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemkab Sidoarjo terpaksa dibubarkan. Dalam rapat yang digelar di ruang Paripurna DPRD Sidoarjo itu, pihak Pemkab Sidoarjo hanya mengutus staf bukan pejabat utama yang diundang tim Panja.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam Rakor itu diantaranya para pejabat eselon III dan IV. Diantaranya Sekretaris Dinas Sosial, Misbakhul Munir, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Zuhaidah didampingi dr Abdillah Segaf Al Hadad serta Kasi Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Hemat kami, Rakor dibubarkan saja. Buat apa rakor diteruskan. Kalau yang hadir ini semua tidak bisa mengambil keputusan apa pun. Padahal kami sudah mengundang Sekda dan para Kepala Dinas (OPD) terkait untuk mengikuti Rakor ini," ujar Ketua Panja Penanganan Covid-19 DPRD Sidoarjo, Choirul Hidayat, Rabu (14/07/2021) di sela-sela Rakor.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori. Politisi senior PKB ini menilai tidak hadirnya para pimpinan eksekutif dalam Rakor itu menandakan eksekutif (Pemkab Sidoarjo) kurang serius dalam menangani pandemi Covid-19 yang sudah merajalela di Sidoarjo.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Sebenarnya, kami berharap mereka (Para Kepala Dinas) datang kesini sudah membawa action plan (rencana aksi matang) yang jelas. Jangan hanya berdasarkan teori saja. Apalagi tidak dilengkapi dengan data yang jelas," ungkapnya.

Karena itu, politisi yang akrab dipanggil Cak Dham ini berencana bakal kembali mengundang Kepala Daerah (Bupati Sidoarjo) untuk menangani masalah Covid-19 ini. Dalam undangan itu, diharapkan dengan catatan harus dilengkapi dengan data valid dan langkah strategis yang akan diambil Pemkab Sidoarjo.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Sekarang masyarakat butuh penanganan nyata. Kalau data saja tidak punya, terus kami bisa memberikan solusi seperti apa? Makanya besok akan kami undang Kepala Daerah dan stakeholder lainnya yang ada di Sidoarjo," tandasnya.

Sementara para perwakilan Dinas maupun OPD itu tidak dapat berbuat banyak saat Panja Penanganan Covid-19 membubarkan Rakor itu. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru