Sidoarjo (republikjatim.com) - Ketersediaan oksigen menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pasien Covid-19. Untuk mengetahui langsung ketersediaan dan pasokan oksigen itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengecek stasiun pengisian oksigen di Sidoarjo. Diantaranya di PT Samator Gas Industri Sidoarjo dan PT Aneka Mega Energi Sidoarjo.
Hasilnya, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan pengecekan ke stasiun pengisian oksigen kali ini untuk memastikan kondisi Kamtibmas aman kondusif. Khususnya terkait ketersediaan dan stok arus pendistribusian oksigen ke 19 rumah sakit rujukan Covid-19 masih aman.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Masyarakat tidak perlu kuatir dan jangan panik berlebihan. Kalau sebelumnya mendapatkan informasi adanya kelangkaan oksigen. Karena kami cek langsung ketersediaan oksigen aman dan pihak pengelola juga terus memasok ke 19 rumah sakit rujukan Covid-19," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro kepada republikjatim.com, Senin (12/07/2021).
Kusumo meminta para pelaku industri oksigen untuk saat ini agar mengutamakan kebutuhan oksigen untuk keperluan medis terlebih dahulu daripada industri. Hal ini agar kebutuhan oksigen untuk para pasien Covid-19 bisa terpenuhi.
"Kami menghimbau masyarakat, untuk tidak panik lalu memborong tabung oksigen untuk keperluan medis. Sekali lagi kami jamin ketersediaan oksigen di wilayah Sidoarjo masih aman," tegasnya.
Sementara dalam kesempatan ini, Kapolresta Sidoarjo meminta agar tidak ada penimbunan oksigen atau jangan ada permainan bisnis oksigen diluar batas kewajaran. Karena polisi siap menindak tegas jika ada pelanggaran permainan oksigen di tengah situasi pandemi sekarang.
"Masyarakat juga diminta jangan takut lapor ke polisi, kalau ada penimbunan oksigen atau penyalahgunaan di dalamnya," pintahnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Meskipun ketersediaan oksigen masih aman, namun masyarakat tetap dihimbau mematuhi protokol kesehatan.
"Terlebih lagi saat ini sedang dalam masa PPKM darurat. Karenanya lebih baik masyarakat untuk tetap di rumah saja karena pandemi masih ada," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi