Kepala Puskesmas Tarik Ikut Bantu Tenaga Medis Suntik Vaksin Covid-19 untuk Warga Klantingsari

republikjatim.com
SUNTIK VAKSIN - Kepala Puskesmas Tarik, dr Maulana ikut terjun langsung membantu menyuntikkan vaksin covid-19 ke warga Desa Klantingsari, kecamatan Tarik, Sidoarjo, Sabtu (10/07/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Puskesmas Tarik bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Klantingsari menggelar program Serbuan Vaksinasi Covid-19 di wilayah perbatasan Kecamatan Tarik. Upaya ini untuk seluruh warga belum mendapatkan suntikan vaksin.

Program ini digelar di pendopo desa setempat mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Dalam acara itu disiapkan sekitar 600 dosis vaksin oleh tenaga medis Puskesmas Tarik.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Dibantu relawan desa lawan Covid-19 suntik vaksin ini digelar keempat kalinya. Pasalnya dihari pertama dan kedua animo warga yang daftar suntik vaksin kurang antusias. Baru hari ketiga dan keempat greget warga sangat tinggi untuk disuntik vaksin Covid-19.

"Saya kira masyarakat sangat antusias sekali mengikuti serbuan vaksinasi seperti yang disini (Desa Klantingsari). Satu hari ini ada sekitar 500 belum selesai semuanya," ujar Kepala Puskesmas Tarik, dr Maulana kepada republikjatim.com, Sabtu (10/07/2021).

Jika warga antusias, kata dr Maulana, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pihaknya harus juga sama-sama antusias untuk melayani serbuan vaksin dari masyarakat Tarik. Selain itu, untuk stok suntik vaksin ini sudah dicukupi kalau habis minta lagi.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Boleh mengajukan lagi. Makanya setiap kegiatan ini terjun langsung di lapangan agar tahu keadaan dan kondisi sebenarnya. Kami sudah melaksanakan kegiatan suntik vaksin Covid-19 di semua desa yang ada di Kecamatan Tarik," ungkapnya.

Selain itu Maulana menilai wilayah Tarik yang terkena Covid-19 paling kecil (sedikit) dan masih zona hijau. Pihaknya selalu inten koordinasi dengan steak holder untuk menurunkan angka penyebaran virus ini.

"Makanya seperti kemarin itu ada warga mengadakan lamaran perkawinan saat makan bersama maskernya dilepas ya sudah ada 50 orang yang positif baru 15 orang. Pokoknya jangan meremehkan prokes. Walaupun sudah disuntik vaksin tidak jaminan yang sudah divaksin tidak tertular virus dari Wuhan Cina ini. Vaksin hanya untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara kata Maulana meski sudah divaksin semua lengkap, karena virus Covid-19 bisa bermutasi seperti kemarin ada virus varian baru (Delta) di Madura tetap prokes harus dijalankan. Dengan semboyan Maskerku Melindungimu, Maskermu Melindungiku.

"Karena kalau sama-sama maskeran kemungkinan tertular 1,5 persen sedikit sekali mencuci tangan sampai bersih selama 20 detik, menjaga jarak satu sampai dua meter, menghindari kerumunan. Apalagi tidak pakai masker, membatasi mobilitas kalau tidak penting jangan keluar rumah dan hindari makan bersama," pungkasnya.Zak/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru