Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo bergerak cepat wujudkan 8 aksi konvergensi penurunan stunting. Melalui Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo kompak menggelar Rembuk Stunting di ruang rapat Delta Graha Sekda Kabupaten Sidoarjo.
Rembuk Stunting ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang penting dan tidak boleh terlewatkan dari aksi percepatan penurunan stunting. Karena tahapan ini menjadi wadah musyawarah awal untuk semua sektor dan diharapkan dapat bersinergi bersama dalam rangka menurunkan prevalensi dan intervensi penanganan stunting.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Dalam kegiatan Rembuk Stunting Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengatakan kunci dalam penanganan stunting ini kerjasama dan sinergi semua sektor. Harapannya, bukan hanya menjadi tugas Dinkes Pemkab Sidoarjo, akan tetapi peran dan dukungan kongkrit semua elemen dibutuhkan. Terutama untuk dapat mewujudkan Sidoarjo bebas dari Stunting (Zero Stunting).
"Stunting harus diselesaikan bersama- sama. Maka harus ada koordinasi lintas sektoral menyeluruh disertai mapping yang jelas," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Senin (31/05/2021).
Sementara dalam acara itu, turut hadir Ketua DPRD Sidoarjo, Usman sebagai narasumber yang memaparkan secara jelas fenomena realitas sosial stunting di Sidoarjo. Dilanjutkan Kepala Dinkes Pemkab Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman, Sp Pros menyampaikan lebih rinci terkait 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang menjadi prioritas program berjalan di wilayah Sidoarjo.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Harapannya hasil dari kegiatan rembuk stunting ini terjalin koordinasi yang terintegrasi agar dapat melengkapi 5 Aksi Konvergensi selanjutnya dan dapat meningkatkan sistem pengelolaan data stunting serta cakupan intervensi," tandas Syaf Satriawarman. Hel/Waw
Editor : Redaksi