Sidoarjo (republikjatim.com) - Semua sudah mengakui jika mudik, sebenarnya menjadi tradisi orang Indonesia. Namun, pemerintah kali ini melarang mudik agar negara ini, virus Corona tidak semakin mewabah seperti seperti di India.
Hal itu disampaikan Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason saat memberi arahan dalam acara Safari Ramadhan 1442 Hijriyah bersama Forkopimka Krian di Masjid Baiturrahman Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krian, Desa Katerungan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (27/04/2021) malam.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Di India itu awalnya demikian. Tapi sekarang semakin banyak yang terpapar Covid-19. Saat masyarakat sudah divaksin, mereka merasa lebih berani, lebih baik dan lebih sehat dengan dalih tidak terkena Covid-19. Tapi, kemudian mereka merayakan sebuah ritual, mandi semua di sungai hingga meledaknya penyebaran Covid-19 ke seluruh warganya," ujar Mukhlason.
Saat ini, kata mantan Kapolsek Ngadiluwih ini jika melihat perkembangan di India maka terjadi ledakan yang dinilai cukup mengerikan. Bahkan tempat pemakaman (kremasi) di India sudah tidak ada lagi. Hal ini karena melebihi batas kemampuannya.
"Aplikasinya yang meninggal dibakar dimana-mana. Di Indonesia, kalau tidak dicegah warganya akan terjadi hal yang sama seperti India. Ini tentunya tidak kita inginkan," pintahnya.
Mantan Kapolsek Pacet ini, menjelaskan vaksin sendiri, di sebagian negara juga mulai dibatasi. Vaksin tidak diperuntukkan bagi negara lain. Untuk itu, pihaknya berharap Indonesia bisa mulai lebih cepat lagi untuk memvaksin masyarakat. Harapannya, bisa membuat vaksin sendiri.
"Tapi, kalau itu juga tidak menjadi jaminan vaksin menyelesaikan masalah. Kalau masyarakatnya tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan baik dan benar," tegas Mukhlason.
Mukhlason menambahkan, mudik ini sangat menjadi perhatian pemerintah. Hal ini lantaran saat sudah berkerumun ketika naik kereta api, pesawat, kapal, bus dan sebagainya dengan berbagai macam masyarakat dari luar kota, maka resiko masyarakat terpapar dengan Covid-19 itu lebih besar.
"Kami berharap, untuk sementara masyarakat tidak mudik terlebih dahulu. Kalau punya saudara, tidak apa tidak pulang. Kita masih bisa bersilaturahim melalui virtual dengan menggunakan media sosial. Tidak sedikit petugas kesehatan yang dijumpai meninggal dunia karena Covid-19. Termasuk anggota Polisi, TNI juga ada yang meniggal," jelasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara saat ini lanjut Mukhlason memastikan saat ini Kecamatan Krian masuk Zona Hijau. Bahkan Kecamatan Krian sudah seminggu lebih kita Nol Covid-19.
"Artinya, Krian sudah masuk zona hijau. Mudah-mudahan ini bisa bertahan terus dengan kedisiplinan yang kita ciptakan bersama," tandasnya.
Safari Ramadhan 1442 Hijriyah ini dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Acara dihadiri Plt Camat Krian, Probo Agus Sunarno, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Krian, Danramil Krian, Kapten Siswanto, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Krian, Perwakilan Ormas Islam dari MWC NU, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, LDII dan Dewan Masjid Indonesia. Mil/Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi