Jelang Ramadhan, Gus Muhdlor Cek Stok Beras di Gudang Bulog Buduran

republikjatim.com
STOK BERAS - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengunjungi Gudang Bulog dan Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat Febby Novita dan jajaran OPD memastikan stok beras di Gudang Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Buduran, Sidoarjo, Rabu (07/04/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mendatangi Gudang Bulog bersama Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat, Febby Novita serta jajaran OPD terkait. Rombongan mengecek stok beras di Gudang Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Buduran, Sidoarjo, Rabu (07/04/2021).

"Kami mengecek sekaligus meninjau ketersediaan (stok) beras di Sidoarjo. Kami ingin memastikan cadangan beras hingga beberapa bulan ke depan. Makanya, kami langsung turun mengunjungi Bulog. Saat ini ketersedia cadangan beras kurang lebih 43.000 ton," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Rabu (07/04/2021).

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Melihat ketersediaan beras itu, Gus Muhdlor merasa legah. Hal ini lantaran masih ada stok yang cukup.

"Alhamdulillah, stok beras masih bisa diantisipasi. Bahkan tidak terjadi kekurangan beras di masyarakat selama pandemi Covid-19," tegasnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Sementara Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat, Febby Novita menegaskan dalam kunjungannya itu pihaknya ingin melakukan pendekatan ke kepala daerah termasuk Sidoarjo untuk membangun sinergitas bersama pemerintah daerah agar beras yang dipanen petani Sidoarjo bisa diserap Bulog.

"Jawa Timur ini merupakan stok melimpah beras. Bahkan dari hulu ke hilir menyambung. Harapannya ASN di Sidoarjo bisa menggunakan beras dari Bulog. Jadi dari Sidoarjo untuk Sidoarjo," ungkapnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Febby menunjukkan beberapa mesin baru yang bisa memfasilitasi penyerapan beras dari petani agar bisa terolah sesuai dengan spesifikasi maupun kualifikasi yang ditentukan dalam Permendag No 24 Tahun 2020. Apalagi, untuk kendala mesin di Sidoarjo ada pada mesin penggiling dan itu masih kecil.

"Tapi outputnya masih belum bisa masuk kualifikasi kriteria Bulog. Nanti bisa bekerjasama. Beras pecah kulit hasil giling petani bisa dibeli lalu diolah dengan mesin itu menjadi beras yang berkualitas. Urgensi penyuluhan serta edukasi tentang kualitas beras dan gabah agar penyerapan bisa sesuai dengan syarat yang ditentukan," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru