Tutup Layanan Hotline WA, Dispendukcapil Sidoarjo Buka Aplikasi Plavon

republikjatim.com
ANTRE - Ratusan warga mengantre pelayanan kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Sidoarjo beberapa hari lalu.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Sidoarjo mulai menutup layanan hotline WhatsApp (WA) mulai 6 April 2021 besok. Para pemohon layanan kependudukan, kini saat mengurus dokumen administrasi kependudukan harus melalui aplikasi berbasis web Plavon Dispendukcapil Pemkab Sidoarjo atau bisa langsung diakses diweb http://plavon.sidoarjokab.go.id.

"Aplikasi itu untuk memecah antrian online yang sering menumpuk. Bahkan masyarakat pemohon selama ini banyak yang tidak mendapat kuota. Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak harus menunggu nomor antrian. Tinggal memasukkan dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan bakal langsung diproses," ujar Kepala Dispendukcapil Pemkab Sidoarjo, Redy Kusuma kepada republikjatim.com, Senin (05/04/2021).

Baca juga: Pertahankan WTP, Pemkab Sidoarjo Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Aset Bersama BPK RI

Mantan Sekretaris Dispendukcapil Pemkab Sidoarjo ini menjelaskan aplikasi ini, selain bisa langsung diakses oleh masyarakat pemohon juga disiapkan petugas registrasi kependudukan desa atau kelurahan. Hal ini untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat.

Baca juga: Dewan Direksi dan Karyawan Perumda Delta Tirta Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah

"Karena tidak semua masyarakat paham menggunakan gadget atau aplikasi online. Solusinya kami mendekatkan layanan melalui masing-masing desa. Sehingga tidak akan terjadi kerumunan di masa pandemi Covid-19," tegasnya.

Baca juga: Pilkades Serentak Digelar, Bupati Sidoarjo Minta Cakades dan Relawan Jaga Kondusifitas Pesta Demokrasi di Desa

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Sidoarjo pemohon layanan kependudukan banyak mengeluhkan sistem pelayanan di Dispendukcapil Pemkab Sidoarjo karena tidak terlayani secara maksimal. Pelayanan antrian online sering kali habis. Padahal, pelayanan baru beberapa jam dibuka (dioperasionalkan). Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru